Tragedi Berdarah di Kaur! Cekcok Soal Anak Berujung Mertua Tewas Diduga Ditusuk Menantu

KAUR, WORDPERS.id – Tragedi berdarah mengguncang Kabupaten Kaur, Bengkulu. Seorang perempuan bernama Rini Asmawati (49), warga Desa Aur Gading, Kecamatan Lungkang Kule, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penusukan yang dilakukan menantunya sendiri, berinisial F (24), Rabu malam (4/11/2026).

Peristiwa maut tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Naga Rantai, Kecamatan Padang Guci Hulu (Pagulu), Kabupaten Kaur. Insiden ini diduga bermula dari perselisihan keluarga yang berujung pada tindakan kekerasan.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, ketegangan antara korban dan terduga pelaku diduga dipicu persoalan penjemputan anak. Terduga pelaku disebut datang untuk membawa anaknya, namun korban berusaha menghalangi lantaran anak tersebut tidak bersedia ikut dan menangis.

Situasi yang awalnya berupa cekcok kemudian diduga berubah menjadi aksi penusukan. Rini Asmawati mengalami luka akibat peristiwa tersebut dan dinyatakan meninggal dunia.

Pasca kejadian, situasi di sekitar lokasi dilaporkan memanas. Aparat kepolisian mengamankan terduga pelaku guna menghindari kemungkinan terjadinya aksi main hakim sendiri oleh warga.

Di sisi lain, rumah yang disebut sebagai kediaman terduga pelaku dilaporkan didatangi sejumlah warga. Bahkan, bangunan tersebut dikabarkan mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Situasi ini menambah ketegangan setelah peristiwa yang merenggut nyawa seorang perempuan tersebut mengguncang masyarakat setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap dugaan penusukan, motif pasti, serta kondisi terakhir rumah terduga pelaku belum diperoleh secara terperinci.

Pihak kepolisian masih melakukan penanganan terhadap kasus tersebut. Keterangan resmi mengenai rangkaian kejadian, alat yang digunakan, serta proses hukum terhadap terduga pelaku masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat Kaur. Perselisihan keluarga yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan jalur hukum justru berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang.

Aparat diharapkan dapat mengusut perkara ini secara menyeluruh, sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan lanjutan.(Sumber)

Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan