Bukan Ditolak, Penyaluran Beras dari Gubernur dan Kemensos Ricuh Karena Kurang Koordinasi

Wordpers.id, Bengkulu Utara – Beredar penolakan beras dari Gubernur Rohidin dan Kemensos oleh warga Lais ternyata tidak benar. Penyaluran sembako berupa beras yang sebanyak 5 ton dari Provinsi Bengkulu di Kantor Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara berujung ricuh, lantaran kurangnya koordinasi antara pihak Pemprov dengan pemerintah daerah setempat.

Camat Lais, Suryansyah, saat dihubungi melalui telfon seluler menjelaskan, kericuhan terjadi lantaran kurangnya koordinasi dari pihak Provinsi.

Awalnya, ia hanya menerima pesan melalui WhatsApp bahwa akan ada pembagian 5 ton beras dari Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah, melalui Dinas Sosial yang berlokasi di Kecamatan Lais.

Selanjutnya, sesuai dengan pesan pihaknya mempersiapkan tempat dan serta 12 kursi untuk penyerahan secara simbolis.

Setelah semua dipersiapkan dan mobil pengangkut beras tiba di lokasi, beras justru banyak dibagikan kepada masyarakat yang datang dari luar wilayah Kecamatan Lais.

Hal ini membuat para Kades di Kecamatan Lais yang hadir mewakili warga untuk mengambil beras tidak kebagian.

“Di Kecamatan ini ada 12 Kades, awalnya saya kira penyerahan secara simbolis akan diserahkan melalui Kades. Ternyata sudah disiapkan sendiri oleh orang dari Provinsi dari luar Kecamatan Lais. Saya kaget, kenapa malah banyak yang datang dari luar wilayah Lais,” terangnya, Rabu (23/04/2020).

Lanjutnya, sesaat beras mulai dibagikan kepada warga disabilitas dan warga yang terkena PHK atau dirumahkan dari pekerjaan karena dampak Covid-19.

Para Kades dan beberapa warga Lais mulai tuai protes, bahwasannya pembagian beras banyak diambil oleh warga dari luar Kecamatan Lais.

“Kades dan beberapa warga protes ke saya, kok malah banyak dari warga luar Kecamatan yang dapat. Sedangkan warga Lais yang juga membutuhkan tidak dapat, ini menjadi kecemburuan sosial,” tambahnya.

BACA JUGA:  Alhamdulillah! 14 Sampel Swab Dinyatakan Negatif

Pihaknya terpaksa memberhentikan pembagian sembako itu. Sebab, pihaknya tidak ingin jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih jauh jika beras terus dibagikan.

“Saya terpaksa memberhentikan pembagian, karena Kades dan warga di sini semuanya sudah kecewa dan marah,” ujarnya.

Suryansyah juga mengatakan, ini disebabkan karena kurangnya koordinasi pihak Provinsi sebelum melakukan pembagian beras itu.

“Kalau memang ini untuk warga se Bengkulu Utara harusnya dikoordinasikan terlebih dahulu. Ini masyarakat di sini sudah berharap dapat malah tidak dapat. Seharusnya, kalau memang untuk masyarakat se Bengkulu Utara, jangan di droping ke Kecamatan Lais. Bisa seharusnya di drop ke Dinas Sosial Kabupaten atau kantor Pemkab Bengkulu Utara,” keluhnya.

Suryansyah juga menyampaikan, ia tidak mengecewakan kebijakan dari Gubernur terhadap pembagian beras itu. Justru ia sangat mendukung dan berterimakasih, sebab beras tersebut tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak Covid-19 saat ini.

“Saya hanya kecewa perintah untuk membagikan beras ini kurang koordinasi. Membagikannya juga tidak melibatkan pihak kecamatan. Bahkan mereka sudah ada data sendiri atas nama-nama warga penerima beras yang membuat warga, Kades dan saya kecewa,” jelasnya.

Dalam kejadian tersebut, terlihat bahwa beberapa masyarakat marah hingga ada yang membanting galon air untuk menghentikan pembagian beras.

“Jadi mobil yang membawa beras itu sekarang sudah kembali ke Bengkulu. Sebelumnya juga sudah diamankan dulu di Polsek Lais,” pungkas Suryansyah. 

Sumber : Jejakdaerah.com