Dugaan Pungli Kegiatan HGN Dan HUT PGRI Bengkulu Utara, Iuran PGRI Perbulan Dipertanyakan

Bengkulu Utara, Word Pers Indonesia Terkait soal adanya dugaan pungutan liar (Pungli) untuk kegiatan HGN dan HUT PGRI Ke-77 Bengkulu Utara yang dipusatkan diwilayah kecamatan Kerkap tepatnya di lapangan desa Aur Gading pada tanggal 28 November 2022 nanti semakin menarik bagi publik.

Bahkan Informasi terbaru yang didapatkan awak media ini, Rabu (23/11/2022) kabarnya, didalam Gaji ASN Umar Bakrie tersebut terdapat potongan untuk iuran PGRI yang nominal angkanya kurang lebih Rp. 7.000/bulan.

Salah seorang Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dikabupaten Bengkulu Utara, sebut saja Umar Bakrie dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut. Meskipun gaji perbulannya masuk melalui rekening tetapi gaji dirinya, yang masuk tersebut sudah dipotong untuk iuran PGRI.

“Sudah jadi rahasia Umum.Ketika menjadi ASN guru. Maka, akan dipotong untuk PGRI. Mungkin kelihatannya kecil hanya sekian ribu rupiah. Tapi kalau dikalikan jumlah guru se-Kabupaten Bengkulu Utara dan dikalikan 12 bulan itukan sangat banyak. Belum lagi kalo ada acara/kegiatan, seperti acara HGN dan HUT PGRI di Desa Aur Gading nanti kami dimintai iuran/sumbangan. Jadi kemana iuran yang dipotong dari gaji kami perbulan itu?.Sayangnya, kami tidak pernah mendapatkan laporan pertanggungjawabannya secara transparan dalam pengelolaan dana itu,” tandasnya.

Sebelumnya, untuk kegiatan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI Ke-77 tingkat kabupaten Bengkulu Utara yang dipusatkan di wilayah Kecamatan Kerkap pada tanggal 28 November 2022 nantin, diduga adanya pungutan liar (Pungli) kepada guru-guru, kepsek, dan tenaga kependidikan dari seluruh jenjang pendidikan Paud, SD, SMP dan SMA diwilayah tersebut. Dengan besar nominalnya telah ditentukan sebagai berikut:

1. ASN sertifikasi sebesar Rp. 100ribu

BACA JUGA:  Ditengah Kenaikan BBM, Pungli di Sekolah Mukomuko Masih Marak, Dikbud dan APH Diminta Tindak Tegas!

2. PPPK sertifikasi sebesar Rp. 100ribu

3. Guru Bantu Daerah (GBD) sertifikasi sebesar Rp. 100ribu

4. ASN Non sertifikasi sebesar Rp. 50ribu

5. Guru Bantu Daerah (GBD) non sertifikasi sebesar Rp. 25ribu.

Sukiyem, Bendahara kegiatan acara HGN dan HUT PGRI Ke-77 yang juga merupakan Kepsek SD 027 dikonfirmasi awak media ini melalui via WhatsApp (WA) mengatakan bahwa terkait hal tersebut lebih jelasnya tanyakan kepada Ketua PGRI Kabupaten Bengkulu Utara.

“Untuk lebih jelasnya tanyakan dengan ketua PGRI kabupaten ya dek. Kec. Kerkap hanya menyiapkan tempat. Ini acara kabupaten. Kegiatan ini setiap tahun giliran per kec. Kebetulan tahun ini kec. Kerkap dapat giliran tempat,” singkatnya.

Ketua PGRI Bengkulu Utara, Kusno mengatakan untuk kegiatan HGN dan HUT PGRI Ke-77 pihaknya mengadakan semacam musyawarah dan untuk kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong oleh para guru.

“Jadi gini mas, makanya kami klarifikasi dan kami luruskan bahasa itu supaya tidak jadi polemik. Mau nyumbang silahkan juga tidak ada apa-apa. Karena ini kegiatan bersama. Dana yang terkumpul dari sumbangan juga nantinya digunakan untuk bersama dan nantinya juga dilaporkan kepada kawan-kawan,” terang Kusno. (DEren/Lj)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan