Tulungagung, wordpers.id – Empat remaja di Tulungagung mengalami luka bakar serius saat meracik petasan. Insiden yang terjadi di Dusun Sadar, Desa Bendiljatikulon, Kecamatan Sumbergempol, pada Minggu (30/3/2025) malam itu mengakibatkan seluruh korban harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Iskak.
Kapolsek Sumbergempol, Iptu Mohammad Anshori, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa korban mengalami luka bakar akibat ledakan bubuk mesiu yang mereka racik sendiri.
“Kejadian terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dengan jumlah korban luka ada empat orang,” ujar Iptu Anshori saat dikonfirmasi, Senin (31/3/2025).
Keempat korban berinisial DAP (15), MRA (15), BSL (15), dan BMA (15) awalnya berkumpul untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam selongsong petasan. Namun, tanpa diduga, bubuk mesiu tersebut tiba-tiba terbakar dan menimbulkan api besar yang menyambar tubuh mereka.
“Informasi yang kami himpun, mesiu itu tidak meledak, tetapi terbakar atau istilahnya ‘ngowos’,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, para korban mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, dan kaki. Satu korban harus dirawat di ruang red zone, sementara tiga lainnya berada di ruang yellow zone RSUD dr. Iskak.
Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sisa bubuk mesiu serta selongsong petasan yang belum sempat digunakan. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa bahan mesiu tersebut dibeli secara daring.
“Rencananya petasan itu akan diledakkan pada hari pertama Lebaran. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akan meminta keterangan dari para korban setelah kondisi mereka membaik,” tambah Iptu Anshori.
Kepolisian pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka menjelang Lebaran.
“Kami mengingatkan bahwa bermain petasan sangat berbahaya. Selain bisa mencelakai diri sendiri, juga dapat membahayakan orang lain,” tutupnya.
Kasus ini kembali menjadi peringatan serius akan bahaya petasan yang kerap memakan korban, terutama di kalangan remaja yang kurang memahami risiko penggunaannya. (Ag)