Hancur!!! Upah Rp3 Miliar Belum Dibayar, Ratusan Pekerja Proyek Dapur MBG di Bengkulu Segel Lokasi: Mudik Lebaran Terancam Batal

Bengkulu, Word Pers Indonesia – Ratusan pekerja proyek pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu melakukan aksi penyegelan lokasi proyek sebagai bentuk protes keras. Aksi tersebut dipicu karena upah para pekerja yang telah bekerja selama empat minggu terakhir belum juga dibayarkan.

Para pekerja diketahui terlibat dalam pembangunan 25 unit dapur MBG yang tersebar di sejumlah wilayah di Bengkulu. Hingga kini, total upah yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Aksi penyegelan ini dilakukan sebagai langkah terakhir setelah para pekerja merasa tidak mendapatkan kepastian pembayaran dari pihak manajemen proyek.

Koordinator mandor pekerja, Ahmad Yani, mengatakan para pekerja saat ini berada dalam kondisi sulit, terlebih menjelang momen Lebaran yang biasanya dimanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman.

“Sudah empat minggu mereka bekerja, tetapi sampai sekarang upahnya belum dibayarkan. Sementara Lebaran sudah dekat. Bagaimana mereka mau mudik jika tidak membawa apa-apa untuk keluarga di kampung?” ujar Ahmad Yani.

Ia menjelaskan, para pekerja sebenarnya tidak menuntut pembayaran penuh dalam waktu dekat. Mereka hanya meminta pembayaran sementara sebagai bekal untuk pulang kampung.

Menurutnya, dari total kewajiban sekitar Rp3 miliar, para pekerja hanya berharap sebagian dana dapat segera dicairkan.

“Kami hanya meminta pembayaran sementara sekitar Rp1,7 miliar agar para pekerja bisa pulang mudik. Itu pun belum ada kejelasan sampai sekarang,” tegasnya.

Proyek pembangunan dapur MBG ini sendiri berada di bawah koordinasi Project Director PT Adi Karya, Jaka Nugraha. Namun hingga saat ini para pekerja mengaku belum memperoleh kepastian mengenai jadwal pembayaran upah mereka.

Di sisi lain, pihak perusahaan sebenarnya sempat menawarkan solusi dengan menyediakan fasilitas bus untuk memulangkan para pekerja ke Pulau Jawa. Akan tetapi, tawaran tersebut langsung ditolak oleh para pekerja.

BACA JUGA:  Camat Air Manjunto Lantik Tiga Anggota PAW BPD Desa Sinar Jaya Periode 2020-2028

Mereka menegaskan tidak akan meninggalkan lokasi proyek sebelum hak mereka dibayarkan.

“Kami tidak mau pulang tanpa membawa hasil kerja kami. Kami hanya menuntut hak yang memang seharusnya kami terima,” kata Ahmad Yani.

Situasi di lokasi proyek sendiri sempat memanas, namun para pekerja memastikan aksi yang dilakukan tetap berlangsung secara tertib. Mereka berharap pihak manajemen segera memberikan kepastian agar persoalan ini tidak semakin meluas menjelang perayaan Idulfitri.

Kasus ini pun menjadi sorotan karena proyek pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari program strategis yang diharapkan dapat mendukung peningkatan gizi masyarakat.(*)

Editor: Anasril

Posting Terkait

banner 2000x647

Jangan Lewatkan

News Feed