Kisah Dua Bocah Yatim Kembar Mukomuko Viral, Ibu Bupati Turun Tangan Bawa Seragam dan Perlengkapan Sekolah

MUKOMUKO, WORDPERS.ID – Kisah pilu dua bocah yatim kembar di Kabupaten Mukomuko yang sempat absen sekolah selama sepekan karena tidak memiliki seragam dan perlengkapan belajar akhirnya mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.

Setelah kisah mereka menjadi sorotan publik, Ani Tri Ratnawati Choirul Huda, yang akrab disapa Ibu Nana Choirul Huda, turun langsung memberikan bantuan kepada kedua anak tersebut pada Jumat (16/10/2026).

Bantuan itu menjadi angin segar bagi kedua bocah yang sebelumnya harus menghadapi kenyataan pahit: keinginan bersekolah terhambat oleh keterbatasan kebutuhan dasar pendidikan.

Sebelumnya, kisah mereka ramai diperbincangkan setelah diberitakan dengan judul “Miris! Di Tengah Revitalisasi dan Program MBG Sekolah Miliaran Rupiah, Dua Bocah Yatim Mukomuko Absen karena Tak Punya Seragam dan Buku.” Sorotan tersebut menggugah kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sebelum bantuan dari Ibu Bupati disalurkan, Camat XIV Koto bersama kepala desa setempat juga telah lebih dahulu mendatangi dan memberikan dukungan kepada kedua anak tersebut.

Kehadiran Ibu Nana di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, awalnya untuk menyerahkan bantuan sosial kepada puluhan warga lanjut usia (lansia) yang masuk kategori miskin ekstrem.

Di sela agenda tersebut, ia menyempatkan diri menemui dua bocah yatim kembar yang kisahnya menyita perhatian masyarakat. Bantuan yang diberikan meliputi sembako, bingkisan, seragam, serta perlengkapan sekolah.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar kedua anak sekaligus membuka jalan agar mereka kembali mengikuti kegiatan belajar tanpa terkendala ketiadaan perlengkapan sekolah.

Dalam penyaluran bantuan sosial kepada para lansia, Ani Tri Ratnawati Choirul Huda berharap bantuan pemerintah benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Saya berharap bapak dan ibu dapat menggunakan bantuan ini dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ani Tri Ratnawati Choirul Huda.

Camat XIV Koto, Andrianto, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya hadir membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.

“Semoga ke depan kemiskinan ekstrem di wilayah kita terus berkurang. Ini menjadi harapan dan rezeki bagi kita semua. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ungkap Andrianto.

Rombongan Istri Bupati saat Berikan Bantuan di Kediaman Bocah Yatim Foto/Dok:

Menurutnya, bantuan sosial diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Kecamatan XIV Koto.

Kasus dua bocah yatim kembar tersebut kembali mengingatkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan gedung sekolah, pembangunan fasilitas, atau program berskala besar. Ketersediaan seragam, buku tulis, dan perlengkapan sederhana juga menentukan apakah seorang anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Di tengah pelaksanaan program revitalisasi sekolah dan Makan Bergizi Gratis (MBG), kepedulian terhadap anak-anak dari keluarga rentan menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan pendidikan benar-benar dirasakan hingga tingkat keluarga.

Bantuan yang diberikan kepada kedua bocah itu diharapkan menjadi langkah awal agar mereka dapat kembali bersekolah dengan lebih percaya diri dan melanjutkan pendidikan.

Pemerintah daerah juga diharapkan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Nana turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial, Camat XIV Koto, serta kepala desa setempat.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik program pembangunan dan anggaran pendidikan, ada kebutuhan nyata anak-anak yang tidak boleh terabaikan. Sebab, jangan sampai keterbatasan seragam dan buku menjadi penghalang bagi mereka untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita.

Reporter: Bambang
Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan