Tulungagung, Word Pers Indonesia – Di tengah maraknya praktik penipuan jual beli ponsel bekas di media sosial, seorang pemuda asal Kelurahan Bago, Kabupaten Tulungagung, justru tampil melawan arus. Rama (22), atau yang akrab disapa Mas Rama, menghadirkan model bisnis yang menekankan transparansi dan jaminan keamanan bagi pembeli.
Fenomena “pedagang nakal” yang kerap menjual ponsel bermasalah tanpa tanggung jawab membuat kepercayaan masyarakat menurun. Celah inilah yang dimanfaatkan Rama untuk membangun usaha berbasis kejujuran dan kualitas.
Berawal dari kecintaannya pada dunia Android, Rama mulai menekuni jual beli ponsel sejak awal 2025. Dari sekadar hobi dan coba-coba, kini usahanya berkembang menjadi bisnis yang mulai dikenal masyarakat lokal.
“Awalnya hanya iseng karena hobi oprek HP. Tapi saya lihat banyak kasus penipuan, akhirnya saya seriuskan dengan konsep yang lebih aman untuk pembeli,” ujar Rama.
Di gerai miliknya, berbagai merek populer seperti Oppo, Vivo, hingga berbagai tipe Android lainnya tersedia. Meski berstatus second, setiap unit yang dijual telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
Yang menjadi pembeda paling mencolok, Rama berani memberikan garansi penuh—sesuatu yang jarang ditemui di pasar ponsel bekas.
“Saya berani kasih garansi uang kembali atau tukar unit kalau barang tidak sesuai atau ada kendala. Ini bentuk tanggung jawab saya ke pembeli,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi tamparan bagi praktik jual beli tidak sehat yang selama ini merugikan konsumen. Rama ingin membangun kepercayaan bahwa membeli ponsel bekas tidak selalu berisiko jika dilakukan dengan sistem yang jelas.
Tak hanya berorientasi bisnis, ia juga membawa misi edukasi kepada masyarakat agar lebih cermat dalam bertransaksi, terutama di dunia digital yang rawan penipuan.
“Jangan mudah tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Biasanya di situlah jebakan penipuan terjadi,” pesannya.
Selama satu tahun menjalankan usaha ini, Rama berharap kehadirannya bisa mendorong ekosistem jual beli ponsel di Tulungagung menjadi lebih sehat, transparan, dan berpihak pada konsumen.
Di tengah maraknya kasus penipuan online, langkah sederhana dari seorang pemuda di Bago ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masih bisa dibangun—asal ada keberanian untuk berbeda.
Reporter: Agris
Editor: Agus































