Mati Tanam, Fenomena Gelap yang Membayangi Kemajuan Bangsa

Oleh: Alfrido Ade Permana

Mati tanam, sebuah praktik yang terasa kuno namun masih menghantui sebagian masyarakat kita hingga saat ini. Fenomena ini bukan hanya mencerminkan kegagalan sistem hukum dan ketidakpercayaan terhadap lembaga penegak hukum, tetapi juga merupakan cerminan dari kelemahan moral yang membelenggu bangsa kita.

Praktik mati tanam menandakan sebuah kegagalan dalam upaya menciptakan masyarakat yang adil dan beradab. Ini adalah gejala klasik dari kebodohan kolektif yang terus menghambat kemajuan kita sebagai bangsa. Bagaimana mungkin kita berharap membangun negara yang maju dan sejahtera jika kita masih terjerumus dalam praktik-praktik kriminal yang merusak moral dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum?

Lebih dari sekadar masalah hukum, mati tanam mencerminkan kekacauan sosial yang merajalela di tengah-tengah kita. Ini adalah bukti bahwa masih ada ketidakseimbangan yang besar dalam pembangunan karakter dan moral di masyarakat kita. Kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam memperbaiki akar-akar masalah ini.

Namun, mati tanam bukanlah fenomena yang tak terkendali. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Kita perlu menggalang kekuatan bersama untuk memberantas praktik-praktik gelap seperti ini. Ini memerlukan komitmen yang kuat dari pemerintah, lembaga hukum, dan masyarakat sipil untuk bekerja sama dalam menegakkan keadilan dan ketertiban.

Mati tanam bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah moral. Kita perlu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya integritas dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat. Hanya dengan melakukan itu, kita dapat membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya dan beradab, yang berdiri tegak di atas prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan.

Saat ini, kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Kita tidak boleh membiarkan praktik-praktik gelap ini terus mengendap di bawah permukaan masyarakat kita. Marilah kita bersama-sama mengambil tindakan nyata untuk mengakhiri mati tanam dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan beradab.

BACA JUGA:  Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Siap Tangani Caleg Stres Setelah Pemilu