Moment HGN dam HUT PGRI Ke-77, Disparpora Mukomuko Gencar Promosikan Wisata

0
Danau Nibung Mukomuko saat Ramai Pengunjung

Mukomuko, Word Pers Indonesia Guna menunjang pemulihan wisata, Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) Mukomuko gencar mempromosikan objek-objek wisata yang ada di daerah ini. Hal tersebut tampak terlihat pada Moment Perayaan HGN dan HUT PGRI Ke-77 yang dipusatkan di daerah Mukomuko, Tampak Ramai pengunjung.

“Alhamdulilah momen HGN dan HUT PGRI ke-77 tingkat Provinsi Bengkulu yang digelar di daerah kita ini menjadikan beberapa objek wisata di daerah kita ini ramai dikunjungi oleh tamu-tamu dari luar daerah di Provinsi Bengkulu,” kata Kepala Disparpora Mukomuko, Agus Harvinda beberapa waktu lalu, Rabu (30/11).

BACA JUGA: DPMPTSP Bengkulu Buka Peluang Investasi Sektor Pariwisata di Mukomuko

Dikatakan Harvinda agar objek wisata kita lebih dikenal pihaknya mempromosikan beberapa objek wisata, kami mendampingi para tamu dari luar daerah untuk mengunjungi lokasi wisata baik pantai ataupun danau.

“Kita dampingi dan kenalkan objek wisata yang ada di Mukomuko. Para tamu ini beramai-ramai mengunjungi objek wisata Danau Nibung dan Pantai Pandan Wangi yang terletak di Kecamatan Kota Mukomuko,” terangnya.

Harvinda berharap dengan adanya momen ini kedepan objek-objek wisata di Kabupaten Mukomuko berkembang dan maju dan dikenal khalayak banyak.

“Semoga objek wisata di daerah kita ini menjadi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan baik domestik ataupun dari luar daerah,”harapnya.

BACA JUGA: Disparpora Mukomuko Utus Lima Desa Wakili Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi

Perlu diketahui, Indonesia memiliki keindahan dan kekayaan alam yang melimpah. Berbagai kekayaan sumber daya alam tersebut menjadi potensi tersendiri untuk mengembangkan pariwisata. Kabupaten Mukomuko tak lain, memiliki beberapa objek wisata salah satunya adalah danau Nibung.

Seperti penelitian yang sudah dilakukan salah satu mahasiswa, yakni Kirey Lisya Yunanda dan Ira Meirina Chair asal Universitas Negeri Padang, Data hasil penelitian dianalisis melalui empat tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan analisis SWOT.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata danau Nibung memiliki fasilitas utama berupa taman wisata dan tong sampah; fasilitas pendukung berupa ruko pedagang dan toko souvenir; dan fasilitas penunjang berupa toilet umum, pondok atau tempat duduk, area parkir khusus, dan pusat informasi dan keamanan.

Jadi, strategi untuk pengembangan fasilitas daya tarik wisata danau Nibung Kabupaten Mukomuko adalah dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang fasilitas dan meminimalisir kelemahan dan ancaman dari fasilitas yang tersedia.

BACA JUGA: destinasi-wisata-desa-talang-baru-mukomuko-masuk-usulan-lomba-desa-wisata-tingkat-provinsi

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mukomuko, juga mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) supaya mampu menjadi ujung tombak sektor pariwisata di daerahnya dengan mengembangkan objek wisata yang memiliki nilai jual tinggi.

“Pokdarwis harus mampu menunjukkan eksistensi sektor pariwisata kita. Harus ada produk wisata yang punya nilai jual di luar,” Kepala Dinas Disparpora Mukomuko Agus Arvinda melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Rizkan Rabu,(23/11) yang lalu.

Dia berharap seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis dapat bersinergi dengan pemangku kepentingan untuk mengembangkan sektor wisata di wilayahnya masing-masing.

“Semua Pokdarwis diharapkan dapat bersinergi dan bermitra dengan pemerintah daerah sehingga bisa bersama-sama memajukan pariwisata di Kabupaten Mukomuko,” katanya.

Dari itu, untuk meningkatkan perkembangan Objek pariswista di daerah itu, pemerintah setempat telah membentuk Kelompok Sadar Wisata ( POKDARWIS) di masing- masing daerah yang memiliki objek wisata agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mukomuko.

baca juga: Disparpora Mukomuko Dorong Pokdarwis Tingkatkan Objek Wisata Hasilkan PAD

Dari 53 objek wisata yang ada di Mukomuko, pihak dinas terkait masih melihat perkembangan objek wisata yang ada masih tergolong lambat, dari itu dibentuk POKDARWIS, dengan ada nya Pokdarwis ini diharapkan perkembangan pariwisata dapat ditingkatkan.

“Saat ini kita masih merintis perkembangan objek wisata, dari itu kita membentu Pokdarwis, Pokdarwis ini lah yang akan menjadi motor penggerak pengembangan, pengelolaan. Secara regulasi kita sudah ada, di tahun depan kita sudah mempunyai Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (Rippata) Kabupaten,” ujar Rizkan. (Red/Bbg)