Pemkab Mukomuko Bangun Jalan Baru Tran Bandef-TPA, Petani Sawit dan Warga Makin Diuntungkan

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), memprioritaskan pembangunan jalan penghubung dari Tran Bandef, Desa Pondok Batu menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Selagan Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko. Proyek ini dibiayai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sawit tahun 2023, dengan anggaran sebesar Rp 11 miliar dari total Rp 16,8 miliar yang diterima Pemkab.

Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Apriansyah, ST., MT., menjelaskan bahwa pembangunan ruas jalan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan aksesibilitas petani kelapa sawit dan memperlancar distribusi hasil panen.

“Tujuan utama penggunaan DBH sawit ini adalah untuk mendukung kegiatan perkebunan kelapa sawit masyarakat, yang nantinya dapat menekan biaya angkutan dan mempercepat akses ke wilayah perkebunan,” kata Apriansyah.

BACA JUGA:  Puluhan Tahun Menunggu, Jalan Desa Sinar Laut Tak Kunjung Dibangun

Pembangunan jalan ini, lanjut Apriansyah, memberikan manfaat Ganda untuk Petani dan Lingkungan. tidak hanya memudahkan petani sawit dalam mengangkut hasil panen, tetapi juga memberikan manfaat lain, seperti memperlancar operasional Dinas Lingkungan Hidup (LH) dalam pengelolaan sampah.

“Selama ini, truk pengangkut sampah sering terhambat oleh kondisi jalan yang rusak, sehingga sampah kerap tercecer di sepanjang jalan. Dengan pembangunan ini, operasional pengangkutan sampah bisa lebih lancar,” ujarnya.

BACA JUGA:  BUMN Bersiap Buka Rekrutmen Besar-besaran Maret 2024: Erick Thohir Ajak Calon Pelamar Bersiap

Wawa JS, pelaksana lapangan proyek tersebut, juga memberikan update mengenai progres pembangunan.

“Saat ini, pembangunan sudah mencapai 75%, dengan sisa 500 meter yang sedang dalam tahap persiapan. Setelah tes hasil lapangan selesai, kami akan melanjutkan ke tahap pengamparan base A,” ungkapnya.

Selain untuk kepentingan ekonomi dan lingkungan, juga dapat menjadi Jalur Evakuasi dan Pembangunan Berkelanjutan. Mukomuko merupakan daerah yang rawan gempa dan tsunami, sehingga akses evakuasi yang memadai sangat penting. “Jalan ini dapat menjadi jalur evakuasi alternatif dari Pondok Batu menuju SP3 Selagan Jaya jika terjadi bencana. Hal ini merupakan bagian dari langkah mitigasi yang dilakukan Pemkab,” terang Apriansyah.

BACA JUGA:  Resmikan Jembatan Wonoharjo, Bupati Bengkulu Utara Undang Kementerian PUPR

Pembangunan yang direncanakan meliputi pengaspalan hotmix sepanjang 3,3 kilometer dan pengerasan sepanjang 1,5 kilometer. “Jalan ini akan menghubungkan dari titik Nol di Masjid Tran Bandef Pondok Batu hingga ke simpang TPA sampah,” tambahnya.

Rencana Lanjutan Pembangunan Ke depan, pembangunan jalan ini masih akan berlanjut hingga mencapai Desa Selagan Jaya, dengan panjang total jalan mencapai 8 kilometer.

BACA JUGA:  Ini Daftar 45 Anggota DPRD Provinsi Benggkulu Terpilih Periode 2024-2029, Golkar Pemenang

“Kami berharap, di masa mendatang, Pemkab Mukomuko bisa mendapatkan tambahan dana dari pemerintah pusat untuk melanjutkan pengaspalan hingga Desa Selagan Jaya,” pungkas Apriansyah.

Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga lingkungan, serta memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. (Bbg)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan