Pesan Harian UJH : Apalagi yang Ditunggu

Semua masjid dan musholla nyaris buka 24 jam selama bulan Ramadhan. Itu semua demi memenuhi keinginan umat yang merindukan kebersamaan, berjamaah. Maka, apa lagi yang ditunggu.

Shalatlah walau bacaan-bacaan, ayat-ayat yang kita hafal masih sebatas surat-surat pendek, pelafalan, penyebutan huruf, panjang pendeknya belum sempurna. Shalatlah sekalipun malas. Maka, paksakan.

Mulailah shalat berjamaah meski hanya hafal Al-Fatihah. Kita bukan jadi imam, kita hanya makmum. Berbaris di belakang imam.

Bersegeralah shalat, karena berapa lama kita hidup tidak ada yang tahu. Carilah bekal, bekal yang paling pokok adalah shalat, kelak kita akan menyesal telah meninggalkannya, karena meninggalkan shalat lebih besar dosanya dibanding zina, minum khamar, mencuri, hingga membunuh.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ
“Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan syirik dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, no. 82).

Pagar Dewa, 27032024

BACA JUGA:  Apa Kebijakan Paling Krusial Gubernur Bengkulu Mencegah Stunting?

Jangan Lewatkan