
BENGKULU UTARA, WORD PERS INDONESIA – Rabu sore (9/6) warga desa Tanjung Kemenyan Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara, mendadak geger. Bagaimana tidak, masyarakat dapati seorang balita yang baru berusia 4 tahun sebut saja Kuntum, harus meregang nyawa dengan kondisi luka lebam di sekujur tubuhnya.
Alhasil, setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Kepolisian Polres BU, didapati balita ini tewas akibat dari korban kekerasan ibu kandungnya sendiri, berinisial Dr (21).
Hal ini pun dibenarkan oleh Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik melalui Kapolsek Napal Putih Ipda Erry Andra, SH.
“Iya, kami mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung menerjunkan personil dan menginformasikan ke pihak Satreskrim Mapolres BU. Alhasil, balita yang tewas dengan kondisi luka memar dan lebam di sekujur tubuhnya ini, akibat dari korban kekerasan ibu kandungnya sendiri,” ujar Andar.
Andra pun menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, saat ditemukan ternyata korban sudah meninggal selama 4 jam sebelum ditangani pihak medis. Usai dianiaya, korban ditinggalkan oleh ibu kandungnya menjalani aktivitas sehari–harinya, hingga korban meninggal dunia.
“Korban tewas dengan luka lebam di tubuh dan mengalami luka di bagian kepala, setelah dibentur ke dinding oleh ibunya sebanyak 3 kali. Sejauh ini, motif kekerasan ibu kandung ini, ditengarai sakit hati dengan mantan suaminya, nikah 4 bulan lalu cerai. Korban juga, kerap dianiaya pelaku,” jelas Andra.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Kemenyan Muhtadi, kepada awak media ketika mendapat informasi masyarakat belum berani berkomentar banyak. Namun setelah ditangani pihak kepolisian, baru ia membeberkan bahwa korban merupakan pendatang, yang datang bersama orang tuanya. Untuk penyebab kematian, ia tidak bisa menjelaskan karena menurutnya itu ranahnya penegak hukum.
“Saya juga awalnya, belum mengetahui pasti penyebab korban meninggal. Namun yang pasti, korban bersama orang tuanya merupakan warga pendatang,” singkatnya. (Dauz)