Tulungagung, Word Pers Indonesia – Lonjakan kebutuhan layanan kesehatan memaksa RSUD dr. Iskak Tulungagung bergerak cepat. Rumah sakit rujukan ini resmi mengoperasikan ruang intensif baru, High Care Unit (HCU) 6, sebagai langkah strategis menjawab tingginya angka keterisian tempat tidur di unit perawatan intensif.
Peresmian dilakukan pada Rabu (1/4/2026), menandai penguatan kapasitas layanan di tengah tekanan Bed Occupancy Rate (BOR) yang terus meningkat.
Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes, menegaskan bahwa penambahan ruang ini bukan sekadar ekspansi fasilitas, melainkan respons nyata terhadap kebutuhan pasien yang semakin kompleks.
“Hari ini kita meresmikan Ruang HCU 6 sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan layanan intensif yang terus meningkat. Ini adalah hasil modifikasi dari ruang sebelumnya agar lebih optimal,” ujar dr. Zuhrotul Aini.
Menurutnya, dinamika rujukan pasien dari rumah sakit tipe B ke tipe A turut mempengaruhi lonjakan kebutuhan ruang intensif. Kondisi tersebut menuntut kesiapan fasilitas yang lebih adaptif dan responsif.
Ruang HCU 6 dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Kamis (2/4/2026), dengan dukungan tim medis lintas unit yang telah disiapkan secara khusus. Tenaga kesehatan yang terlibat berasal dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga perawat dengan kompetensi perawatan intensif.
“Kami sudah menyiapkan alur pelayanan secara matang. Namun evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada aspek teknis dan fasilitas, manajemen RSUD dr. Iskak juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan.
“Kesembuhan pasien tidak hanya bergantung pada alat medis, tetapi juga komunikasi yang baik, sikap ramah, dan empati dari tenaga kesehatan,” tambah dr. Aini.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi RSUD dr. Iskak sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Tulungagung dan sekitarnya, dengan komitmen menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
Dengan hadirnya HCU 6, diharapkan kapasitas layanan intensif semakin kuat, sehingga pasien dengan kondisi kritis dapat tertangani lebih optimal tanpa harus menunggu antrean panjang.
Reporter: Agris
Editor: Anasril































