Tulungagung, Word Pers Indonesia – Musim giling 2026 resmi dimulai. PG Modjopanggoong gelar tradisi _manten tebu_ Sabtu pagi 7/5/2026, tanda pabrik mulai giling. Bareng itu, Pemkab Tulungagung canangkan buka 3.000 hektare lahan tebu baru buat dongkrak produksi gula nasional.
Prosesi sakral dimulai arak-arakan sepasang boneka pengantin dan batang tebu keliling pabrik. Puncak ritual: tebu perdana dimasukkan ke mesin giling secara simbolis.
GM PG Modjopanggoong mengatakan , Manten Tebu sebagai Simbol Kawinnya Petani & Pabrik.
Dia juga bilang, ritual ini bukan sekadar seremonial. Ada filosofi dalam.
“Makna dari manten tebu ini adalah menyatukan petani dengan pabrik gula agar menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Sugiyanto.
Tahun ini, PG Modjopanggoong pasang target tinggi: giling 446.123 ton tebu untuk hasilkan 33.705 ton gula. Giling bakal jalan 161 hari nonstop.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin tegaskan Pemkab full backup pabrik gula. Targetnya jelas: dukung ketahanan pangan nasional sektor gula.
“Pemerintah daerah siap bersinergi dengan pabrik gula dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya sektor gula,” ujar Baharudin.
Langkah konkret ini bakal membbuka lahan tebu baru 3.000 hektare di Tulungagung dan sekitarnya. Pasokan tebu ke PG Modjopanggoong tahun ini datang dari 5 wilayah: Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Malang.
Reporter: Agris
Editorial: Agris






























