Sumatra Cup Prix 2026 Gegerkan Skyland Muba, 200 Pembalap Adu Cepat dan UMKM Ikut Bergerak

MUSI BANYUASIN, WORD PERS INDONESIA – Deru mesin, persaingan ketat di lintasan, hingga atraksi seni budaya mewarnai gelaran final Sumatra Cup Prix (SCP) “PACAK” 2026 di Skyland International Circuit, Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Minggu (11/10/2026).

Kejuaraan balap motor yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, ini tidak hanya menjadi arena adu kemampuan para pembalap, tetapi juga diarahkan untuk mendorong prestasi olahraga otomotif, memperkenalkan potensi daerah, dan membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Lebih dari 200 starter mengikuti kompetisi yang mempertandingkan 16 kelas balapan. Para peserta datang dari sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi, menjadikan Sirkuit Skyland sebagai titik pertemuan pembalap dan komunitas otomotif lintas daerah.

Pembukaan kegiatan dilakukan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, H. Ardiansyah, S.E., M.M., Ph.D., C.M.E., yang hadir mewakili Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Muba, Dr. M. Fariz, S.STP., M.M., Kepala Dinas Koperasi Zulkarnain, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Ardiansyah: Balap Motor Harus Jadi Jalan Prestasi dan Penggerak Ekonomi

Dalam sambutannya, Ardiansyah mengapresiasi panitia, sponsor, serta jajaran Dispopar Muba yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Menurutnya, kompetisi otomotif dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan kemampuan secara terarah, sekaligus membuka ruang bagi pembalap untuk mengembangkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Dengan adanya kegiatan positif ini, kita dapat memotivasi generasi muda untuk meraih prestasi di bidang olahraga otomotif yang profesional. Selain itu, event ini juga terbukti menghidupkan sektor UMKM serta mempromosikan pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin ke tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Ardiansyah.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berharap penyelenggaraan kejuaraan olahraga berskala nasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar persaingan di lintasan.

Kehadiran peserta, kru, mekanik, dan penonton berpotensi meningkatkan permintaan terhadap berbagai kebutuhan, mulai dari penginapan, makanan, minuman, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lebih dari 200 Starter Ramaikan 16 Kelas Balapan

Kepala Dispopar Muba, Dr. M. Fariz, menjelaskan bahwa Sumatra Cup Prix 2026 diikuti lebih dari 200 starter yang bertanding dalam 16 kelas.

Peserta dari berbagai daerah turut membawa kru dan mekanik masing-masing. Pergerakan rombongan tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen baru selama kejuaraan berlangsung.

BACA JUGA:  Pendopo Muba Bergemuruh! Bupati Toha Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Ratusan Warga, UMKM Ikut Panen Berkah

Panitia juga memberikan ruang bagi pedagang UMKM untuk berjualan secara gratis di area sirkuit. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memanfaatkan keramaian pengunjung tanpa terbebani biaya tempat berjualan.

Meski demikian, besarnya dampak ekonomi kegiatan ini tetap perlu dilihat dari transaksi yang benar-benar terjadi, jumlah pengunjung, serta tingkat keterlibatan pelaku usaha lokal.

Alfi Husni Jadi Sorotan, Persaingan Memanas di Skyland

Persaingan di lintasan menjadi salah satu daya tarik utama Sumatra Cup Prix 2026. Pembalap berprestasi internasional, Alfi Husni, turut mencuri perhatian setelah mencatatkan waktu kualifikasi sekitar 1 menit 19 detik dan meraih posisi pole position, berdasarkan informasi penyelenggara.

Pada kelas bergengsi Bebek 2-Tak 125 cc Open, para pembalap beradu kecepatan dan strategi untuk memperebutkan posisi teratas.

Berikut hasil lima besar kelas tersebut berdasarkan data yang diberikan penyelenggara:

Juara 1: Rendi Oding — As Tuan Muda Koizumi RCB RBT34 Fuboru NHK Chans RA, Sulawesi Tengah.

Juara 2: Renggi Lukmana — Diosi 999 Privater Racing Team, Sumatera Barat.

Juara 3: Aqsal Ilham Safatullah — Team Dam’s X Putra Japa CV. KPU Sarina Agro Malda ADT 23, Jawa Tengah.

Juara 4: Daniel Damar — ASP RPTJ 2014, Sumatera Barat.

Juara 5: Eki Puseng — Dubai27 Family Racing Team, Jambi.

Hasil tersebut memperlihatkan persaingan pembalap lintas daerah dalam perebutan podium. Penyerahan trofi dilakukan oleh Ardiansyah bersama perwakilan Forkopimda dan panitia pelaksana.

Seni Budaya dan UMKM Lengkapi Pesta Otomotif

Kemasan acara tidak hanya berfokus pada kompetisi balap. Sebelum prosesi pembukaan, pengunjung disuguhi Tari Kreasi Moving Star dari Putri Se-Ayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin.

Perpaduan gerak dinamis dan unsur budaya tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang menggabungkan olahraga otomotif dengan kekayaan seni daerah.

Kehadiran UMKM di kawasan sirkuit juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memasarkan produk secara langsung kepada pengunjung.

Bagi Musi Banyuasin, penyelenggaraan event seperti Sumatra Cup Prix membuka peluang untuk mempertemukan olahraga, hiburan, pariwisata, dan aktivitas perdagangan dalam satu kegiatan.

Namun, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak cukup diukur dari ramainya penonton atau ketatnya persaingan pembalap. Dampak terhadap pendapatan pelaku usaha, ruang pembinaan atlet, serta keberlanjutan agenda olahraga juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan.

Rangkaian Sumatra Cup Prix “PACAK” 2026 di Skyland International Circuit Sekayu berlangsung dengan agenda kompetisi dan penyerahan penghargaan. Pemerintah daerah berharap kegiatan sejenis dapat terus membuka ruang bagi pembalap untuk berprestasi sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat Musi Banyuasin.

Reporter: Prengki
Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan