BENGKULU, WORD PERS INDONESIA – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu membidik nilai transaksi pasar modal mencapai Rp7 triliun hingga akhir 2026. Target ambisius ini ditopang rata-rata transaksi sekitar Rp600 miliar per bulan serta meningkatnya partisipasi investor di pasar modal.
Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal berkembangnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi. Namun, peningkatan jumlah investor juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak sekadar masuk ke pasar modal, tetapi juga mampu berinvestasi secara bijak.
Kepala BEI Perwakilan Bengkulu, Marina Rasyada, menyampaikan optimisme itu saat memberikan sambutan sekaligus menjadi keynote speaker dalam kegiatan Galeri Investasi Award, Kamis (8/10/2026).
“Alhamdulillah, seiring berkembangnya jumlah SID, nilai transaksi juga bertambah banyak. Akhir tahun ini kami targetkan bisa mencapai Rp7 triliun,” ujar Marina.
Menurut Marina, pertumbuhan jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi pasar modal. Dalam perkembangan tersebut, keberadaan Galeri Investasi dan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) dinilai memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
Galeri Investasi tidak hanya menjadi sarana pengenalan pasar modal, tetapi juga ruang pembelajaran bagi masyarakat dan mahasiswa untuk memahami mekanisme investasi, risiko, serta peluang yang tersedia.
Investor Bertambah, Literasi Harus Diperkuat
Marina juga menyoroti perkembangan jumlah investor pasar modal yang disebutnya terus menunjukkan pertumbuhan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan angka investor nasional dan Bengkulu per Agustus.
“Per Agustus, se-Indonesia jumlah investor sebanyak 31,1 juta dan untuk Bengkulu sebanyak 10,8 juta,” terang Marina.
Angka investor Bengkulu sebesar 10,8 juta perlu dikonfirmasi kembali kepada BEI karena berpotensi merupakan kekeliruan penyebutan satuan atau angka. Data tersebut sebaiknya diverifikasi sebelum berita diterbitkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas pasar modal juga membutuhkan dukungan pengawasan dan edukasi yang berkelanjutan. Masyarakat perlu memahami bahwa investasi memiliki risiko, sehingga keputusan menempatkan dana harus didasarkan pada informasi yang benar dan pertimbangan yang matang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syintia Dewi, mengapresiasi perkembangan pasar modal di daerah tersebut, termasuk kontribusi BEI dan Galeri Investasi dalam mendorong literasi keuangan.
Ayu menegaskan, OJK Bengkulu siap memperkuat sinergi dengan BEI dan berbagai Galeri Investasi untuk memperluas edukasi serta sosialisasi pasar modal. Dukungan tersebut juga mencakup kegiatan kompetisi yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama mahasiswa.
“Kami sebagai mitra BEI mengapresiasi pencapaian BEI. Kami juga siap berkolaborasi dengan seluruh Galeri Investasi dalam kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kompetisi. Bagi yang melaksanakan kegiatan Galeri Investasi, jangan ragu menghubungi kami,” ungkap Ayu.
Tiga Galeri Investasi Terima Penghargaan
Dalam rangkaian kegiatan Galeri Investasi Award, penghargaan diberikan kepada tiga institusi, yakni Galeri Investasi FEB Universitas Bengkulu (Unib), Galeri Investasi Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dan Galeri Investasi IAIN Curup.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran Galeri Investasi dalam mendukung pengenalan pasar modal dan memperluas edukasi investasi di Provinsi Bengkulu.
Ke depan, tantangan pengembangan pasar modal tidak hanya terletak pada pencapaian target transaksi Rp7 triliun. Lebih dari itu, pertumbuhan investor perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas literasi, pemahaman risiko, dan perlindungan masyarakat dari praktik investasi ilegal.
Dengan kolaborasi BEI, OJK, perguruan tinggi, dan komunitas pasar modal, perluasan akses investasi diharapkan mampu membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.(Rls)
Editor: ANasril































