TRENGGALEK, WORD PERS INDONESIA – Komunitas Vespa tak sekadar diajak menikmati perjalanan dan menyalurkan hobi. Melalui gelaran Bumi Yakso Berscooter pada 10–11 Oktober 2026, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, mendorong para pencinta skuter klasik menjadi bagian dari promosi pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan yang mengambil titik keberangkatan di Pendopo Manggala Praja Nugraha dan berpusat di kawasan wisata Pantai Prigi 360 itu memadukan touring, promosi destinasi, kegiatan sosial, serta aksi pelestarian lingkungan.
Peserta diajak menyusuri Jalur Lintas Selatan (JLS), menikmati bentang alam pesisir Trenggalek, sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Syah menilai kegiatan berbasis komunitas memiliki peluang besar untuk memperkuat daya tarik pariwisata, terutama ketika pengalaman perjalanan dibagikan melalui jejaring pertemanan dan media sosial para peserta.
“Kita berharap kegiatan ini memperluas promosi wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Syah Muhammad Natanegara.
Kehadiran komunitas Vespa dari berbagai daerah dinilai dapat memperluas jangkauan promosi wisata Trenggalek. Para peserta bukan hanya datang untuk mengikuti acara, tetapi juga berpotensi menjadi pengenal destinasi melalui pengalaman perjalanan yang mereka bagikan.
Menurut Syah, komunitas otomotif mempunyai ruang kontribusi yang lebih luas daripada sekadar aktivitas berkendara bersama. Dengan keterlibatan yang tepat, kegiatan komunitas dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun hubungan antarkomunitas.
“Komunitas Vespa tidak hanya menyalurkan hobi, tetapi juga bisa berkontribusi nyata mengenalkan potensi wisata Trenggalek kepada masyarakat luas,” katanya.
Jalur Lintas Selatan menjadi salah satu daya tarik perjalanan karena menghubungkan peserta dengan kawasan pesisir yang memiliki potensi wisata alam. Momentum tersebut diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk tidak hanya melintasi Trenggalek, tetapi juga singgah, berbelanja, dan menikmati destinasi yang tersedia.
Bumi Yakso Berscooter juga membawa agenda kepedulian lingkungan. Panitia menjadwalkan kegiatan bersih pantai dan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan konservasi Cengkrong.
Agenda tersebut mempertemukan aktivitas komunitas dengan upaya menjaga ekosistem pesisir. Kebersihan pantai dan keberlanjutan kawasan mangrove menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan daya tarik wisata dalam jangka panjang.
Syah mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan promosi pariwisata dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, komunitas diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak perjalanan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kawasan yang dikunjungi.
Penyelenggara memperkirakan Bumi Yakso Berscooter dapat menarik sekitar 3.000 hingga 5.000 peserta. Jika target tersebut tercapai, kegiatan ini berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar Pantai Prigi dan kawasan wisata lainnya.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemilik penginapan, pedagang makanan, hingga usaha kuliner lokal berpeluang memperoleh tambahan pelanggan selama kegiatan berlangsung.
Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi tidak cukup diukur dari jumlah peserta semata. Tingkat kehadiran, lama kunjungan, serta belanja peserta di usaha lokal turut menentukan seberapa besar dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, keterlibatan pelaku usaha setempat menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan pariwisata berbasis komunitas memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya menjadi agenda seremonial.
Syah berharap Bumi Yakso Berscooter dapat menjadi contoh kolaborasi antara komunitas, pemerintah, sektor pariwisata, dan masyarakat dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus menjaga lingkungan.
“Bumi Yakso Berscooter merupakan wujud keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan dan mendukung usaha masyarakat setempat,” pungkasnya.
Dengan perpaduan touring, promosi destinasi, dan aksi lingkungan, Bumi Yakso Berscooter diharapkan mampu memperkuat citra Trenggalek sebagai tujuan wisata pesisir yang layak dikunjungi sekaligus memberi peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Reporter: Agris
Editor: Anasril































