Desa “Dipaksa” Bergerak! Lahan Koperasi Merah Putih Jadi Penentu Nasib Ekonomi Mukomuko

Mukomuko, Word Pers Indonesia — Akselerasi program ekonomi kerakyatan berbasis desa mulai digencarkan. Pemerintah pusat melalui Program Strategis Nasional mendorong desa-desa di Kabupaten Mukomuko untuk bergerak cepat menyiapkan lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat hadirnya ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Peran pemerintah desa tak lagi sekadar administratif, tetapi dituntut aktif membuka ruang bagi pembangunan infrastruktur ekonomi berbasis koperasi.

Ketua Umum LSM Semut Merah, Aldi Agnofiandi, menegaskan bahwa keberadaan KDMP bukan sekadar program formalitas, melainkan strategi konkret memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari bawah.

“Program ini bukan simbolik. Koperasi Desa Merah Putih adalah instrumen nyata untuk menggerakkan ekonomi desa. Karena itu, kesiapan lahan menjadi kunci utama agar program ini tidak berhenti di atas kertas,” tegas Aldi, Senin (13/4).

Ia menekankan, tanpa dukungan penuh dari pemerintah desa, percepatan realisasi program ini berpotensi terhambat. Oleh sebab itu, sinergi antara desa, pemerintah daerah, dan pusat harus berjalan seirama.

“Kami berharap desa tidak ragu mengambil peran strategis. Penyediaan lahan adalah langkah awal yang menentukan, agar manfaat ekonomi dari koperasi ini segera dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Data yang dihimpun menunjukkan, setidaknya 10 desa di Mukomuko telah bergerak lebih awal dalam tahap persiapan lahan. Desa-desa tersebut antara lain Lubuk Sanai, Dusun Pulau, Pasar Baru, Aur Cina, Sungai Ipuh II, Pondok Baru, Air Bikuk, Bunga Tanjung, Pernyah, dan Nenggalo.

Langkah progresif ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran kolektif di tingkat desa mulai terbentuk dalam mendukung program nasional. KDMP sendiri dirancang tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat distribusi hasil pertanian, penguatan UMKM, hingga pengelolaan rantai pasok desa.

BACA JUGA:  Adakah “Londo Ireng” di Balik Masuknya Indomaret ke Mukomuko?

Dengan dukungan kepala desa dan tokoh masyarakat, koperasi ini diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal yang selama ini belum tergarap optimal.

Pemerintah daerah bersama stakeholder terkait akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap progres penyediaan lahan. Hal ini penting untuk memastikan pembangunan fisik KDMP dapat segera direalisasikan sesuai target nasional.

Jika berjalan sesuai rencana, Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi tonggak baru kebangkitan ekonomi desa di Mukomuko—bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan nyata menuju kemandirian ekonomi berbasis masyarakat.

Reporter: Bambang.s
Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan