Mukomuko, Word Pers Indonesia – Pemerintah Kabupaten Mukomuko menggelar syukuran adat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kabupaten Mukomuko tahun 2026. Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan doa bersama menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Prosesi adat yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemkab Mukomuko, Ketua dan pengurus Badan Musyawarah Adat Mukomuko, para kepalo kaum seandeko, tokoh adat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Tradisi sakral khas adat Mukomuko mewarnai rangkaian kegiatan. Setelah prosesi adat, acara dilanjutkan dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan, kemudian ditutup dengan tausiah agama menjelang Ramadhan.
Dimajukan Karena Ramadhan
Secara kalender, peringatan hari jadi Kabupaten Mukomuko biasanya digelar setiap 25 Februari usai upacara bendera. Namun tahun ini jadwal tersebut bertepatan dengan bulan puasa, sehingga kegiatan syukuran dimajukan menjadi 16 Februari 2026.
Bupati Mukomuko, Choirul Huda, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf apabila peringatan HUT ke-23 tahun ini terasa lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila peringatan hari jadi tahun ini tidak semeriah biasanya. Selain karena bertepatan dengan Ramadhan, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat juga menjadi pertimbangan,” ujar Choirul Huda.
Maknai HUT Sebagai Momentum Persatuan
Meski dilaksanakan secara sederhana, Bupati menegaskan bahwa substansi peringatan hari jadi bukan terletak pada kemeriahan, melainkan pada semangat kebersamaan dan refleksi pembangunan.
Menurutnya, memasuki usia ke-23 tahun, Kabupaten Mukomuko membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat kemajuan daerah, terlebih di tengah tantangan fiskal dan dinamika pembangunan.
“Semoga peringatan HUT Mukomuko yang bertepatan dengan bulan Ramadhan ini dapat kita maknai lebih khusyuk sebagai momentum mempererat kebersamaan dan membangun kerja kolektif untuk mewujudkan Mukomuko yang lebih maju,” tegasnya.
Syukuran adat ini menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak terlepas dari akar budaya dan nilai religius masyarakat. Pemerintah berharap semangat persatuan yang terbangun dalam momentum HUT ke-23 ini mampu menjadi energi baru dalam menghadapi agenda pembangunan ke depan.
Reporter: Bambang.S
Editor: Anasril






























