Bengkulu — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mempercepat penerapan manajemen talenta untuk menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) terbaik yang akan mendukung jalannya pemerintahan sekaligus mengisi sejumlah jabatan strategis yang masih kosong.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan hal tersebut saat mengikuti Pra-Ekspose Manajemen Talenta Wilayah Kerja Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Zoom Meeting, Rabu (9/9).
Kegiatan tersebut berlangsung dari ruang kerja Sekda Provinsi Bengkulu. Herwan didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Rusmayadi, beserta jajaran staf.
Herwan mengatakan penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemprov Bengkulu perlu segera diekspose sesuai arahan Gubernur Bengkulu. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan pemerintahan didukung ASN yang memiliki kompetensi, kapasitas, serta kemampuan kepemimpinan yang sesuai.
“Manajemen talenta di Provinsi Bengkulu harus segera kita ekspose sesuai arahan Gubernur. Ini penting agar roda pemerintahan di provinsi kita berjalan dengan baik dan dipimpin oleh ASN-ASN terbaik,” ujar Herwan.
Menurut Herwan, percepatan manajemen talenta juga berkaitan dengan masih adanya sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II yang kosong dan perlu segera diisi.
Beberapa jabatan tersebut di antaranya Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bengkulu.
Herwan menegaskan, manajemen talenta tidak hanya berorientasi pada pengisian jabatan. Lebih dari itu, sistem tersebut menjadi instrumen untuk memetakan, mengembangkan, dan menyiapkan kader-kader ASN yang memiliki kapasitas kepemimpinan.
“Manajemen talenta ini juga berguna untuk menjadikan ASN di Provinsi Bengkulu sebagai pemimpin yang baik, bijaksana, dan mampu menjadi teladan,” lanjutnya.
BKN Beri Masukan untuk Tahap Ekspose
Sementara itu, perwakilan Kantor Regional VII BKN, Faradila, memberikan sejumlah masukan terhadap materi yang disampaikan Pemprov Bengkulu.
Faradila menilai materi yang dipaparkan Herwan Antoni sudah baik dan cukup lengkap. Namun, ia menyarankan agar penyampaian materi pada ekspose berikutnya dilakukan lebih ringkas dan cepat.
Hal tersebut penting karena durasi pemaparan akan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam proses ekspose.
“Yang disampaikan Pak Sekda sudah baik. Namun, pemaparannya harus sedikit lebih cepat karena pada saat ekspose nanti waktunya akan dihitung. Saran kami, beberapa slide materi bisa dikurangi,” kata Faradila.
Meski demikian, Faradila menilai secara keseluruhan materi dan pemaparan yang disampaikan Pemprov Bengkulu sudah sangat baik dan dinilai cukup untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Pemprov Bengkulu berharap percepatan manajemen talenta dapat menghasilkan pemetaan dan pengembangan ASN yang lebih terarah. Dengan demikian, kebutuhan kepemimpinan di lingkungan pemerintahan dapat diisi oleh ASN yang kompeten, berintegritas, memiliki kapasitas, serta mampu menjalankan tugas secara optimal.
















