Keluhan Warga Saat Reses Didominasi Kenakalan Remaja, Sri Astuti Dorong Solusi Konkret

Bengkulu – Persoalan kenakalan remaja menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fraksi PKS, Sri Astuti, saat menggelar reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Kota Bengkulu.

Menurut Sri Astuti, masyarakat mengeluhkan semakin memudarnya karakter dan perilaku sebagian generasi muda. Keluhan serupa juga ditemuinya saat melakukan kunjungan ke sejumlah titik, termasuk kawasan Pantai Panjang.

“Keluhannya tentang bobroknya pemuda zaman sekarang. Baik saat kami turun ke Pantai Panjang maupun di lokasi lainnya, persoalan yang paling banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan perilaku remaja,” ujar Sri Astuti.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sri menilai penanganan kenakalan remaja harus dilakukan secara menyeluruh. Selain melibatkan pemerintah, diperlukan peran keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat pendidikan karakter.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dapat menghadirkan program yang fokus pada pembinaan karakter generasi muda sehingga persoalan sosial yang melibatkan remaja dapat diminimalkan.

“Insyaallah ada solusi di masa kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan untuk memperkuat pendidikan karakter bagi pemuda-pemuda kita,” katanya.

Sri juga mengungkapkan bahwa regulasi mengenai pendidikan karakter saat ini tengah berproses. Menurutnya, keberadaan aturan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun karakter anak dan remaja sejak usia dini.

Selain itu, ia meminta agar pemerintah lebih gencar menyosialisasikan berbagai peraturan daerah, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak dan kota ramah anak. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap regulasi akan mendorong partisipasi dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Kalau masyarakat memahami perda yang ada, termasuk tentang perlindungan anak dan kota ramah anak, tentu mereka akan ikut mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.

Sri menambahkan, upaya membentuk karakter generasi muda juga harus didukung dengan penyediaan sarana dan ruang aktivitas yang positif. Dengan adanya fasilitas yang memadai, remaja memiliki ruang untuk mengembangkan minat dan bakat sehingga terhindar dari berbagai perilaku negatif.

Ia menegaskan PKS siap berkolaborasi dalam pembinaan generasi muda melalui kader dan pembina yang dimiliki. Menurutnya, pembentukan karakter harus menjadi perhatian bersama agar Bengkulu memiliki generasi yang berkualitas dan berakhlak.

“Persoalan terbesar yang kita hadapi hari ini adalah pendidikan karakter. Kalau tidak kita bina dari sekarang, kondisi generasi muda ke depan akan semakin memprihatinkan,” tutup Sri Astuti.