Kota Bengkulu, WordPers.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto Minggu (05/09/2021) saat kunjungannya salah satu Rumah Warga di RT 8 Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu yakni Kasni Anita yang Rumahnya tak layak huni.
Dediyanto mengungkapkan Ini keluarga Hebat, Keluarga yang berjuang dari kontrakan ke kontrakan kemudian membeli tanah, lalu membangun rumah sendiri, Ayam yang berada didepan rumah adalah “Ayam Transit” dan menjadi usaha dari keluarga ini.
“Saat kita datang berkunjung, hanya bertemu dengan Ibu Kasni sementara suaminya sedang (menjual Ayam). Kondisi Kelurga ini harus di maknai instrument untuk meningkatkan kembali kerja-kerja kerakyatan.” ungkap Dediyanto.
Dediyanto juga mengucapkan terimakasih kepada media. “Alhamdulillah pasca pemberitaan bantuan mengalir dari pemprov dan hari ini dari pemkot yang memberikan 10 sak Semen, sembako vitamin dan dilanjutkan ricek data oleh petugas untuk dapat bantuan permanen baik dari sisi sosial maupun fisik bangunan.” jelas Dediyanto.
Selaku Anggota Dewan, Dediyanto mengatakan penyebaran nomor Walikota dan di ikuti oleh jajaran di bawahnya yaitu Wakil walikota, sekda, kepala OPD hingga Lurah dan RT. kita apresiasi karena praktek ini sudah berjalan namun perlu di ikuti semua jajaran.
“Saat ini saya melihat ada tradisi baik yang harus di rawat berkenannya kepala daerah membuka ruang agar rakyat terakses kepada mereka. Ini keren gaul dan berdampak pada percepatan pembangunan, sehingga instrument baku dalam perencanaan yang di dalamnya ada Musrenbang berjenjang bisa di evaluasi lewat instrument non formal antara walikota dengan rakyatnya,” kata Dediyanto.
Dediyanto juga menegaskan agar kasus serupa tak terjadi lagi dengan cara menggalang kekuatan bersama Dinas Perkim, PU, Dinsos atau metode quick respon dengan cara menggalang semua kekuatan seperti CSR, Warga peduli, Baznas untuk saweran membantu warga.
“Terakhir Walikota, DPRD sekitar 10 bulan lalu bertemu dengan Dirjend Perumahan kementrian PUPR mengajukan proposal bantuan untuk rumah susun, BSPS, RTLH dll, karena pernah ada warga tidak punya rumah, sudah tua dibantu oleh Walikota untuk tinggal di rumah susun singaran pati, atau warga nelayan yang di berikan rumah di kampung nelayan kelurahan sumberjaya, artinya sinergisitas pemerintahan penting karena APBD Kota juga terbatas,” kata Dediyanto.
Momentum ini kata Dediyanto, kita mendukung penuh Pemkot yang akan menerapkan PKH Daerah. PKH daerah menjadi relevan untuk menghindari situasi seperti ibu Kasni dan hal ini tak boleh terjadi lagi di Bengkulu khususnya di Kota Bengkulu.
“Artinya PKH daerah tersebut bisa masuk pada ruang-ruang yang belum terakomodir oleh PKH Nasional dan relatif cepat bisa di eksekusi. Ini perilaku yang positif dan kita berterima kasih atas pemberitaan tersebut karena pers itu memang pilar demokrasi dan bagian aktor publik yang bisa mempercepat akselarasi pembanguan Pro Rakyat.” ucapnya. [ADV]