Optimalkan CSR, KSM Desa Duwet Kebut Pembangunan Musholla Ulul Albab

Kediri, Word Pers Indonesia — Pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Duwet, Kecamatan Wates, mulai menunjukkan hasil konkret. Pembangunan Musholla Ulul Albab digeber melalui kolaborasi warga dan pelaku usaha, menghadirkan fasilitas ibadah yang selama ini dibutuhkan masyarakat.

Proyek yang berdiri di kawasan strategis sekitar kantor desa ini tidak sekadar pembangunan fisik. Ini menjadi bukti bahwa dana CSR bisa diarahkan tepat sasaran langsung menyentuh kebutuhan publik, bukan sekadar formalitas laporan.

Pelaksanaan pembangunan dipercayakan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Skema ini dipilih untuk menjaga transparansi sekaligus memastikan warga terlibat penuh, dari perencanaan hingga pengawasan.

Kepala Desa Duwet, Gogik Hananta, menegaskan peran KSM bukan simbolis. “Kami sengaja libatkan KSM karena mereka bagian dari masyarakat. Mereka yang mengelola, mereka juga yang merasakan manfaatnya. CSR harus kembali ke warga, bukan berhenti di atas kertas,” tegasnya saat meninjau lokasi, Kamis (30/4/2026).

Di lapangan, progres pembangunan berjalan tanpa hambatan berarti. Dukungan material dari pelaku usaha lokal dipadukan dengan tenaga gotong royong warga, menciptakan ritme kerja yang cepat dan efisien.

Keberadaan Musholla Ulul Albab nantinya akan menjadi penopang aktivitas warga, khususnya bagi perangkat desa dan masyarakat yang berurusan di kantor desa. Selama ini, keterbatasan fasilitas ibadah menjadi kendala tersendiri, terutama saat jam pelayanan berlangsung.

Model pembangunan berbasis swadaya seperti ini dinilai lebih efektif. Selain menekan biaya, kualitas pekerjaan juga lebih terjaga karena masyarakat ikut mengawasi langsung. Tidak ada ruang untuk proyek asal jadi.

Lebih jauh, langkah Desa Duwet ini memberi pesan kuat bahwa CSR tidak boleh berhenti sebagai kewajiban administratif perusahaan. Ketika dikelola serius dan melibatkan masyarakat, dampaknya bisa nyata dan berkelanjutan.

Di tengah banyaknya program CSR yang kerap dipertanyakan manfaatnya, Desa Duwet justru menunjukkan arah berbeda—tepat guna, transparan, dan menyentuh kebutuhan dasar warga.

Kini, pembangunan Musholla Ulul Albab terus dikebut. Warga menunggu hasilnya, bukan janji.

Jika pola seperti ini terbukti efektif, apakah desa lain berani meniru, atau tetap membiarkan dana CSR berlalu tanpa dampak nyata?

Reporter: Agris
Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan