Mukomuko, Word Pers Indonesia — Pemerintah Desa Terutung, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, mulai mengambil langkah tegas untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak. Imbauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan dorongan serius agar warga tidak lagi menunda pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kepala Desa Terutung, Zainal, menegaskan bahwa pajak adalah fondasi utama pembangunan desa. Tanpa kontribusi masyarakat, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan maksimal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk taat membayar pajak, baik PBB maupun pajak kendaraan sebelum jatuh tempo. Pajak yang dibayarkan masyarakat adalah modal utama pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik,” tegas Zainal, Sabtu (18/04/2026).
Menurutnya, masih ada anggapan keliru di tengah masyarakat yang memandang pajak sebagai beban. Padahal, hasil pajak akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan nyata seperti jalan desa, drainase, dan fasilitas sosial lainnya.
“Pajak itu bukan beban, tapi bentuk tanggung jawab kita bersama. Dari situlah pembangunan desa bisa berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain untuk mendukung pembangunan, pembayaran pajak tepat waktu juga dinilai penting untuk menghindari sanksi administrasi yang dapat merugikan warga di kemudian hari.
Pemerintah Desa Terutung juga menekankan bahwa saat ini tidak ada alasan lagi untuk menunda pembayaran pajak kendaraan. Pasalnya, layanan Samsat Keliling (SAMLING) telah hadir di tingkat kecamatan untuk mempermudah masyarakat.
“Sekarang masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kantor Samsat di kabupaten. Layanan Samsat Keliling sudah tersedia di kantor camat, jadi lebih mudah dan cepat,” jelas Zainal.
Pemerintah desa juga siap membantu warga yang masih mengalami kendala dalam proses pembayaran, termasuk memberikan informasi terkait mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Di tengah upaya percepatan pembangunan daerah, kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor penentu. Tanpa partisipasi aktif warga, program pembangunan hanya akan menjadi rencana tanpa realisasi.
Pemdes Teruntung berharap imbauan ini tidak hanya didengar, tetapi benar-benar diikuti dengan tindakan nyata oleh masyarakat.
“Kalau kita ingin desa maju, maka kita harus mulai dari kesadaran sendiri. Pajak adalah kontribusi nyata kita untuk masa depan daerah,” pungkasnya.
Reporter: Bambang
Editor: Anasril
