PAD Mukomuko Dinilai Jalan di Tempat, Kinerja OPD Penghasil Disorot, Masyarakat Desak Evaluasi Total

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Rendahnya pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mukomuko dalam beberapa tahun terakhir kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kewenangan mengelola sumber-sumber pendapatan dinilai belum mampu mengoptimalkan potensi daerah sehingga capaian PAD masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Sorotan tersebut mengarah kepada sejumlah OPD penghasil pendapatan, seperti Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Perhubungan, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sejumlah kalangan menilai, besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Mukomuko seharusnya mampu dikonversi menjadi peningkatan pendapatan daerah melalui inovasi dan tata kelola yang lebih efektif.

Salah seorang tokoh masyarakat Mukomuko mengatakan, target PAD setiap tahun selalu mengalami kenaikan di atas kertas, namun realisasi di lapangan belum memberikan hasil yang berarti.

“Setiap tahun kita mendengar target PAD dinaikkan, tetapi realisasinya belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Masyarakat tentu berharap ada inovasi dan langkah nyata dari OPD penghasil agar pendapatan daerah bisa meningkat,” ujarnya, Jumat (11/7/2026).

Menurutnya, peningkatan PAD menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kemampuan fiskal daerah untuk membiayai pembangunan, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengelolaan sumber-sumber pendapatan yang selama ini belum memberikan kontribusi optimal.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Mukomuko, Haryanto, pernah menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam meningkatkan PAD adalah belum optimalnya kontribusi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Salah satu kendala peningkatan PAD berasal dari belum maksimalnya kontribusi yang diberikan BUMD terhadap pendapatan daerah,” kata Haryanto.

Selain BUMD, sejumlah sektor lain juga dinilai masih memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan, seperti pengelolaan retribusi, pelayanan perizinan, aset daerah, sektor perdagangan, hingga optimalisasi potensi olahraga dan transportasi.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta tanggapan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Perhubungan, serta Direktur BUMD Kabupaten Mukomuko terkait strategi yang telah dan akan dilakukan dalam meningkatkan kontribusi terhadap PAD.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko diharapkan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja OPD penghasil pendapatan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru agar potensi ekonomi daerah mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Dengan meningkatnya PAD, pemerintah daerah akan memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat.(**)

Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan