Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat pemanfaatan data geospasial sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis data.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, dalam Workshop Pemanfaatan Data MapBiomas Indonesia di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (13/5).
Workshop tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami penggunaan data spasial berbasis penginderaan jauh melalui platform MapBiomas Indonesia.
Data geospasial dinilai penting untuk mendukung kebijakan yang lebih akurat, terutama pada sektor lingkungan, tata ruang, dan pembangunan berkelanjutan.
Peserta memperoleh materi terkait analisis tutupan lahan, perubahan bentang alam, serta pemanfaatan data spasial sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan lintas sektor.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat sumber daya manusia agar mampu mengoptimalkan teknologi informasi dan data spasial demi kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Pemprov Bengkulu menyambut positif workshop tersebut sebagai bagian dari transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Pemanfaatan data geospasial dianggap memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan berbasis bukti, khususnya untuk menghadapi tantangan perubahan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan penataan ruang berkelanjutan.
Melalui sinergi berbagai pihak dan dukungan teknologi, Pemprov Bengkulu berharap penggunaan data spasial semakin optimal untuk mewujudkan pembangunan yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada kelestarian lingkungan.
















