ACEH BARAT||WordPers – Indonesia : Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Aceh Barat bakal fokus pada salah satu kewirausahaan yang memanfaatkan teknologi dalam pengembangan usaha atau lebih dikenal dengan technopreneurship.
Program ini sendiri merupakan salah satu program usulan dari sepuluh program usulan yang masuk dalam kegiatan PII Cabang Aceh Barat Periode 2024-2029.
Ketua PII Cabang Aceh Barat, Kurdi menyebutkan, adanya program ini merupakan salah satu realisasi visi misi PII dalam menciptakan kemandirian bangsa.
“Salah satu program eksternal kita kita yakni technopreneurship. Menjadi salah satu program dapat yang menciptakan kemandirian bangsa,” kata Ketua PII Aceh Barat, Kurdi, Selasa, 8 Oktober 2024.
Sebut dia, lahirnya usulan program ini sendiri lewat Rapat Pimpinan Cabang PII Aceh Barat yang digelar pada Selasa, 8 Oktober 2024 yang dilaksanakan di Aula Sekretaris Daerah, Ruang Rapat Cut Nyak Dhien Kantor Bupati Aceh Barat dimana ada beberapa kegiatan yang dilaksanalan dalam program ini diantaranya inisiasi, edukasi, inkubasi, akselerasi, dan investasi di start up.
Lewat program ini, kata dia, tidak tertutup kemungkinan dalam sistem investasi start up yakni pengembangan kewirausahaan lewat penyediaan pasar pasar berbasis teknologi untuk market place bagi kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam inovasi baver dan vertifer.
“Ada beberapa kegiatan dalam mendukung kegiatan ini nantinya yaitu inisiasi, edukasi, inkubasi, akselerasi, dan investasi di start up. Investasi di start up ini bisa jadi penyediaan pasar (market place) berbasis internet dalam memberndayakan pengelolaan baver atau vertifer yang rencanakan sistem pemberdayaan lewat UMKM” Katanya
Kurdi, Memiliki visi yakni 1. Menjadi Pendorong Kemandirian Bangsa, 2. Sebagai Agen Perubahan dan Pembangunan Melalui Pengembangan Kompetensi Profesi Keinsinyuran Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Sedangkan untuk misi, kata dia, yakni menjadikan insinyur yang berdaya saing dan memberi nilai tambah yang tinggi bagi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.
Lewat visi misi ini pula, kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Barat, pada periode kedua ia memimpin ini ada 10 program yang dilakukan baik berupa yang lanjutan maupun program baru lewat program usulan, selain technopreneurship.
Adapun sejumlah program lain berkaitan dengan internal lembaga tersebut yakni transformasi tata kelola organisasi PII Kabupaten Aceh Barat, selanjutnya pembangunan platform digital sistem informasi PII Kabupaten Aceh Barat yang terintegrasi dengan data base insinyur indonesia.
Yang ketiga, kata dia, yakni road map pengembangan SDM insinyur di Kabupaten Aceh Barat, yang ke empat pemetaan dan rekomendasi kantor pengurus cabang PII Kabupaten Aceh Barat, selanjutnya pelaksanaan training terintegrasi di Provinsi Aceh
Pada poin ke enam, kata dia, yakni technopreneurship-inisiasi, edukasi, inkubasi, akselerasi, investasi di start up. PII, kata dia, juga memiliki program optimalisasi media dengan menjadikan PII sebaga rujukan isu-isu terkini terkait ke insinyuran.
“Yang ke delapan yaitu penyelenggaraan keinsinyuran di Kabupaten Aceh Barat yang terdiri dari sosialisasi kode etik, standar layanan insinyur, kurikulum PSPPI, pedoman sertifikasi dan pedomen PKB,” sebutnya.
Selanjutnya yakni melaksanakan PII Award untuk provinsi Aceh sebagai usulan award nasional, dan yang terakhir yaitu mengadvokasi tema besar dan merespon isu-isu kontenporer.