Oleh: Anasril
Bulan Ramadhan adalah bulan yang dirindukan, sebab bulan Ramadhan merupakan bulan mulia, bulan rahmat yang penuh ampunan. Dibulan ramadhan ini seluruh ummat Islam disegala penjuru dunia melaksanakan ibadah puasa.
Puasa sendiri memiliki makna yaitu menahan diri dari perbuatan buruk dan tercela (batil), selain itu puasa juga mengajarkan kita untuk menahan diri dari rasa haus dahaga dan juga lapar (nafsu makan dan minum) yang berlebihan.
Perintah puasa dari Allah SWT sudah ada sejak zaman sebelum nabi Muhammad SAW, namun kaum jahiliah menentang perintah Allah SWT tersebut.
Puasa ramadhan pertama kali dilakukan oleh Nabi Nuh As, ketika beliau turun dari perahunya dan diselamatkan oleh Allah SWT dalam bencana badai dan banjir besar yang menenggelamkan sebagian ummatnya termasuk istri dan anaknya.
Sebelum diwajibkan puasa Ramadhan, ummat manusia biasanya wajib berpuasa 10 Muharram atau dikenal dengan puasa Asyura.
Kemudian, ketika terjadinya peristiwa Hijrah (perpindahan) Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharram dan ternyata itu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena telah menyelamatkan Nabi Musa As dari kejaran dan serangan Fir’aun.
Setelah mengetahui hal itu, Nabi Muhammad SAW memerintahkan ummatnya untuk melaksanakan puasa pada 10 Muharram. Kemudian Rasulullah SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan ibadah puasa yang dituliskan didalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertaqwa”.
Dizaman Rasulullah SAW, ibadah puasa belum mempunyai waktu batasan tertentu sampai Allah SWT menurunkan QS. Al-Baqarah ayat 187 yang artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa”.
Ibadah puasa ini diwajibkan untuk ummat muslim yang sudah baligh, namun para orang tua mengajarkan anak-anaknya agar berpuasa dari usia sedini mungkin supaya ia terbiasa untuk melaksanakan ibadah puasa sampai ia tumbuh dewasa dan tua.
Sebagai orang tua, sudah sepantasnya kita mengarahkan dan mendidik anak kita menjadi orang yang baik, salah satu langkah awalnya, dengan melatih mereka berpuasa dari sejak usia dini agar nantinya menjadi pribadi yang baik dan taat kepada Allah. (wallahualam)