Tegaskan Komitmen Bulan K3 Nasional 2026, RSUD dr. Iskak Tulungagung Perkuat Sistem Perlindungan Tenaga Kerja

Tulungagung, Word Pers Indonesia – Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, RSUD dr. Iskak Tulungagung menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan tenaga kerja sekaligus membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan produktif.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Health Talk bertema “Peran Pelayanan Kesehatan Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja pada Karyawan” yang digelar di Auditorium IDIK lantai 2, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini diikuti tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga karyawan non-medis sebagai bagian dari penguatan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS).

Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa K3 bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan fondasi strategis dalam menjaga mutu layanan dan keberlanjutan organisasi.

Ketua Komite K3RS, dr. M. Hamdan Yuwafii, Sp.PD., menyebut Bulan K3 Nasional harus menjadi momentum evaluasi dan aksi nyata.

“Bulan K3 bukan sekadar seremoni tahunan. Ini momen refleksi untuk memperkuat komitmen bersama. Kami ingin materi yang disampaikan benar-benar diimplementasikan dalam praktik kerja sehari-hari,” tegasnya.

Menurutnya, sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat berbanding lurus dengan produktivitas karyawan. Tanpa perlindungan optimal, kualitas layanan rumah sakit berpotensi terdampak.

“K3 adalah fondasi operasional rumah sakit. Jika fondasinya rapuh, maka pelayanan kepada pasien juga akan terpengaruh,” ujarnya.

Perkuat Sistem K3RS dan Health Risk Assessment

Selama ini, berbagai program kesehatan karyawan telah berjalan, mulai dari penanganan kecelakaan kerja, pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja berisiko tinggi, vaksinasi, hingga program cek kesehatan gratis. Namun, kompleksitas risiko di lingkungan rumah sakit menuntut pendekatan yang lebih komprehensif.

Ke depan, manajemen akan mengoptimalkan health risk assessment, pemeriksaan berbasis risiko pekerjaan, penilaian fit to work, manajemen kelelahan kerja akibat sistem shift, hingga program kebugaran karyawan yang lebih terstruktur.

Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes., menegaskan bahwa keselamatan tenaga kerja merupakan prioritas strategis.

“Kami tidak hanya fokus pada keselamatan pasien. SDM adalah aset utama rumah sakit. Mereka harus bekerja dalam kondisi aman, sehat, dan terlindungi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa K3 adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen rumah sakit.

“K3 bukan tugas satu unit saja. Ini budaya bersama yang harus dibangun secara sistematis dan kolaboratif,” tambahnya.

Layanan BPJS Ketenagakerjaan Meningkat

Sepanjang 2025, layanan terkait BPJS Ketenagakerjaan di rumah sakit ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi klaim maupun santunan kecelakaan kerja. Hal ini menjadi indikator bahwa sistem perlindungan pekerja semakin diperkuat.

Penyerahan simbolis santunan kecelakaan kerja kepada karyawan juga dilakukan dalam kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kepedulian institusi.

“Proses administrasi dan pelayanan terus kami benahi agar lebih cepat, tepat, dan akuntabel,” jelas Direktur.

Ia mengingatkan seluruh pegawai untuk bekerja sesuai kompetensi, standar operasional prosedur (SOP), serta regulasi yang berlaku.

“Keselamatan adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar kewajiban administratif,” tegasnya.

K3 dan Produktivitas Tak Terpisahkan

Narasumber kegiatan, dr. Izzatul Abadiyah, Sp.OK., AIFO-K., dokter spesialis kedokteran okupasi, menekankan pentingnya integrasi aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam meningkatkan produktivitas.

“Produktivitas tidak hanya ditentukan oleh keterampilan, tetapi juga kondisi fisik, mental, serta lingkungan kerja yang aman. Risiko di rumah sakit sangat kompleks, mulai dari paparan biologis, ergonomi, hingga tekanan psikologis,” paparnya.

Menurutnya, penerapan sistem K3 yang komprehensif akan berdampak langsung pada mutu layanan kepada pasien.

“Jika tenaga kesehatan terlindungi dengan baik, maka kualitas pelayanan kepada pasien juga akan terjaga,” pungkasnya.

Momentum Bulan K3 Nasional 2026 ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan re-branding melalui konsep “Iskak SEHATI” — Sehat, Empati, Humanis, Akurat, dan Terbaik — yang tidak hanya ditujukan bagi pasien, tetapi juga dalam membangun relasi kerja profesional dan saling menghargai.

Dengan penguatan sistem K3RS, manajemen berharap budaya keselamatan semakin mengakar dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan serta produktivitas karyawan, demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.

Reporter: Agris
Editor: Anasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan