Bengkulu Utara, Word Pers Indonesia – Sebanyak tiga rumah di Kelurahan Lubuk Durian Kecamatan Kerkap Kab.Bengkulu Utara ludes terbakar pada Senin (15/2/2021) siang sekitar pukul 14.00.
Ketua Rt 1 Kelurahan Lubuk Durian mengatakan bahwa kebakaran diduga karena dari salah satu rumah warga, lokasi merupakan kawasan padat hunian sehingga api cepat merambat,” ujar pak Rt , Selasa siang
Pak Rt menyebutkan, 3 rumah terdampak berada di RT 1 Kelurahan Lubuk Durian, masih untungnya satu rumah belum sempat ikut terbakar dan hanya sedikit yang kena, tambah pak Rt.
Adapun warga yang terkena musibah tersebut adalah;
Nama korban pemilik Rumah :
1. Romlah Als Dilut umur 60 th. Pek Ibu Rumah Tangga
Alamat Kel Lubuk Durian.
Kerugian Material Rumah permanen berukuran 6 x 8 m. Kerugian di taksir sekitar Rp 70.000.000 ( tujuh puluh juta rupiah)
2 Rahimin. 50 th. Pekerjaan Tani
Alamat Kel. Lubuk Durian.
Kerugian Material di Taksir sekira 50.000.000,( empat Puluh juta Rupiah.)
Pak Camat kec.kerkap (Novi Indra S.sos) pun ikut hadir. Beliau pun ikut prihatin akan kejadian tersebut,” Memang kita tidak tahu klo musibah akan terjadi saya sangat mengapresiasi atas kekompakkan warga Lubuk Durian yang gerak cepat untuk memadamkan api” ucap beliau.
Para masyarakat pun langsung keluar dan teriak ‘kebakaran’ sambil mencari air utk memadamkan api dan tak selang beberapa menit mobil damkar pun hadir.
Sebanyak 3 unit mobil damkar dan 1 unit mobil dari Perusahan Pak Sabana alhamdulillah api berhasil dipadamkan pada Senin, pukul 15.30 WIB.
Dugaan sementara kebakaran berasal dari rumah sdri Romlah dari ruang dapur Hingga merambat ke rumah Sdra Rahimin.
Dan sampai saat ini penyebab kebakaran belum di ketahui, tambah pak Camat.
Terhadap pemilik Rumah Sdra Romlah Als DILUT belum bisa di mintai keterangan terhadap penyebab kebakaran karena saat ini masih mengalami trauma.
“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, dan dengan kejadian ini Pihak Kecamatan akan berupaya untuk pengusulan Damkar untuk wilayah kerkap dan sekitarnya” Ujar pak Camat kec.kerkap.(djanggo)