Ulama Banten Do’akan PLTP Batu Kuwung

WordPers.id – Jalan menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten akhirnya dibuka kembali, Rabu (4/3/2020). Sebelumnya, jalan tersebut ditutup oleh sebagian warga.

Pembukaan jalan dilakukan oleh tokoh ulama Banten, Abuya Muhtadi Dimyati, disaksikan oleh aparat dari Polri, TNI serta para pejabat pemerintahan, baik dari Serang, Pandeglang maupun Pemprov Banten.

Sesaat sebelumnya, Abuya Muhtadi Dimyati juga memimpin istigosah di Alun-alun, Padarincang diikuti ribuan warga. Di tempat itu, ulama yang jadi panutan umat tersebut bershalawat dan beristighfar untuk kemudian melantunkan doa untuk keselamatan warga Banten.

Meski hujan turun, istighasah tetap berjalan dengan tertib.

“Ini doa keselamatan untuk kita semua, baik Padarincang maupun Banten. Dan kita berdoa agar geothermal Padarincang memberikan kebaikan kepada kita,” lirihnya.

Saat melakukan pembukaan jalan ke lokasi PLTP, Abuya juga mengatakan, jalan tersebut merupakan akses kemakmuran bagi warga.

“Oleh karena itu harus dibuka, jangan ditutup,” ujarnya.

Kehadiran Abuya Muhtadi dalam kegiatan tersebut untuk mendoakan keselamatan dan kemaslahatan masyarakat Padarincang khususnya dan Banten pada umumnya dengan keberadaan panasbumi Batukuwung. Abuya berharap, pembangunan panasbumi tersebut akan memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) beberapa waktu menyatakan, banten butuh sumber listrk ramah lingkungan. Oleh karena itu ia menyatakan mendukung eksplorasi panasbumi di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang.

Ia pun mengatakan akan mengintruksikan agar eksplorasi jalan terus.

Banten memang boleh dikatakan defisit listrik sehingga Pemprov Banten mengambil langkah mengembangkan proyek EBT untuk memenuhinya, di antaranya panasbumi. Apalagi Banten cukup kaya dengan potensi panasbumi yang tersebar di beberapa titik. Jika ini dikembangkan, bukan hanya Banten yang bisa tercukupi, tapi kebutuhan listrik di luar Banten.

BACA JUGA:  Ada Kendala Listrik, Masyarakat Bengkulu Bisa Lapor Lewat Aplikasi

Sementara itu, pembangunan PLTP Batu Kuwung yang diakukan oleh PT Sintesa Banten Geothermal, hingga hari ini baru mencapai tahap eksplorasi. Rencananya panasbumi Batu Kuwung akan dikembangkan dengan kapasitas 1 x 110 MW. Kapasitas ini tentu sangat besar dan diperkirakan dapat memunuhi kebutuhan listrik lebih dari 700.000 rumah tangga.

Dari data Dinas ESDM Banten, diketahui kebutuhan energi listrik Banten kian hari kian meningkat. Pada tahun 2020 kebutuhan listrik provinsi hasil pemekaran dari Provinsi Jawa Barat ini diperkirakan mencapai 6.000 MW atau tumbuh rata-rata sekitar 6% per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tahun 2020 diperlukan penambahan daya rata-rata 104 MW per tahun pada saat ini. Tambahan kapasitas beban puncak tersebut akan terus meningkat hingga pada tahun 2020 yang mencapai 185 MW per tahun. (K2/Rilis)