Mukomuko, Word Pers Indonesia — Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perikanan memastikan penyaluran bantuan alat tangkap nelayan akan direalisasikan dalam waktu dekat. Sebanyak 17 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan ditetapkan sebagai penerima bantuan, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pemerintah pusat.
Saat ini, proses penyaluran bantuan masih menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati Mukomuko sebagai dasar hukum penetapan penerima dan mekanisme distribusi.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Warsiman, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ditargetkan rampung pada Desember 2025.
“Benar, pada bulan Desember ini bantuan alat tangkap untuk Kelompok Usaha Bersama nelayan akan dibagikan. Saat ini kami masih menunggu terbitnya SK Bupati sebagai dasar penyaluran,” ujar Warsiman saat dikonfirmasi, Kamis (11/12/2025).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut nantinya akan diserahkan langsung oleh Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan rakyat.
“Rencananya bantuan alat tangkap ini akan diserahkan langsung oleh Bapak Bupati Mukomuko kepada kelompok nelayan penerima,” terangnya.
Menurut Warsiman, paket bantuan yang disalurkan merupakan bantuan strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas nelayan kecil. Jenis bantuan yang diberikan meliputi perahu, mesin tempel, dan alat jaring yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
“Bantuan alat tangkap ini bersumber dari pemerintah pusat melalui DAU. Harapannya, bantuan ini benar-benar membantu nelayan, mempermudah aktivitas melaut, dan meningkatkan hasil tangkapan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap nelayan Mukomuko tidak bersifat insidental. Setiap tahun, pemerintah pusat maupun daerah terus mengalokasikan bantuan, khususnya kepada nelayan yang telah tergabung dalam KUB, sebagai upaya memperkuat kelembagaan dan keberlanjutan usaha.
“Setiap tahun bantuan untuk nelayan selalu kami usulkan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Fokus kami adalah nelayan yang tergabung dalam KUB agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Warsiman.
Editor: Anasril































