Bengkulu, Word Pres Indonesia – Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi mengusulkan pemindahan makam Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati Soekarno, dari Jakarta ke tanah kelahirannya di Bengkulu sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa sejarahnya.
Usulan tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (6/5).
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dapat dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,” ujar Khairil.
Rencana pemindahan tersebut akan diiringi dengan pengembangan kawasan terpadu di lokasi baru, yakni di area Taman Remaja yang akan direvitalisasi. Pemerintah daerah menyiapkan kawasan tersebut tidak hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga destinasi wisata sejarah.
“Area Taman Remaja akan menjadi kawasan terpadu. Selain makam Ibu Fatmawati, juga akan dibangun masjid, jogging track, dan sentra UMKM,” jelasnya.
Usulan ini selanjutnya akan disampaikan kepada pihak keluarga serta kementerian terkait, khususnya Kementerian Sosial, untuk mendapatkan persetujuan dan tindak lanjut.
Fatmawati Soekarno dikenal sebagai sosok penting dalam sejarah bangsa. Ia merupakan penjahit bendera pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan pertama kali saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Fatmawati adalah istri Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Keduanya bertemu saat Soekarno menjalani masa pengasingan di Bengkulu dan menikah pada 1 Juni 1943.
Perempuan kelahiran Bengkulu, 5 Februari 1923, yang memiliki nama asli Fatimah ini merupakan putri dari tokoh Muhammadiyah, Hasan Din, dan Siti Chodijah.
Fatmawati wafat pada 14 Mei 1980 di Malaysia dan dimakamkan di TPU Karet Bivak.
Atas jasa-jasanya, Fatmawati dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TK/2000 pada tahun 2000 dengan gelar Ibu Agung Fatmawati Soekarno.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah juga telah membangun Monumen Fatmawati di Bengkulu. Dengan rencana pemindahan makam ini, Pemprov Bengkulu berharap nilai sejarah dan penghormatan terhadap tokoh bangsa tersebut semakin kuat sekaligus mendorong pengembangan wisata sejarah di daerah.
















