Viral Jaring Ikan di Jalan Rusak, Warga Talang Medan Tagih Janji Perbaikan Pemprov Bengkulu

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Aksi sindiran warga Desa Talang Medan, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, terhadap rusaknya jalan provinsi kembali viral di media sosial. Foto yang memperlihatkan warga menjaring ikan di kubangan jalan ruas Penarik–Lubuk Pinang menjadi sorotan sekaligus kritik keras terhadap Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Jalan provinsi tersebut telah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah. Lubang-lubang besar menganga di sepanjang ruas jalan dan berubah menjadi genangan menyerupai kolam saat musim hujan. Padahal, jalan itu merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani kelapa sawit.

Desa Talang Medan merupakan daerah pemilihan anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Bahkan, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu telah meninjau langsung kondisi jalan tersebut. Namun hingga Sabtu (20/6/2026), belum terlihat adanya realisasi perbaikan di lapangan.

Menanggapi protes warga yang viral, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Fitri, SE, sebelumnya menyampaikan bahwa perbaikan ruas jalan provinsi di Desa Talang Medan akan diprioritaskan pada tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Harian Radar Mukomuko pada 7 Desember 2025.

“Soal jalan provinsi ruas Talang Medan, saya sempat berkomunikasi langsung dengan Pak Helmi dan beliau berkomitmen memprioritaskan jalan itu untuk diperbaiki melalui APBD 2026,” ujar Fitri.

Fitri juga menyebut Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, telah berjanji memberikan prioritas terhadap perbaikan ruas jalan tersebut.

Namun, warga menilai janji tersebut belum memberikan solusi atas kondisi jalan yang sudah masuk kategori darurat dan kerap menimbulkan kecelakaan.

“Ketua DPRD sudah melihat langsung. Pak Helmi juga katanya sudah berjanji memperbaiki pada 2026. Tapi kami setiap hari melintas di sini. Motor sering jatuh, mobil pengangkut tandan buah segar (TBS) sawit kerap terguling, dan aktivitas pengangkutan hasil panen ke pabrik sangat terganggu. Kalau memang darurat, kenapa tidak dianggarkan melalui APBD Perubahan atau dana tanggap darurat?” ujar salah seorang warga.

BACA JUGA:  Bupati dan Wabup Mukomuko Tutup Partai Puncak Banema Rajawali Cup Ke-I, Acara Berlangsung Meriah

Memasuki pertengahan tahun 2026, warga mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Mereka khawatir kerusakan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Menurut warga, aksi “menjaring ikan di jalan” bukan sekadar lelucon, melainkan bentuk protes dan kekecewaan atas lambannya penanganan kerusakan infrastruktur yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.