Mukomuko Tancap Gas Hilirisasi Sawit dan Padi, Bapperida Siapkan Lompatan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko mulai memacu strategi besar pembangunan ekonomi berbasis hilirisasi komoditas unggulan. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), pemerintah daerah menargetkan Mukomuko menjadi pusat industri hilir sawit dan padi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Langkah tersebut dipandang sebagai transformasi penting agar Kabupaten Mukomuko tidak lagi hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi mampu menciptakan nilai tambah melalui industri pengolahan di daerah sendiri.

Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos., M.H., mengatakan hilirisasi menjadi strategi utama dalam memperkuat perekonomian daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Hilirisasi adalah jembatan vital untuk mengubah potensi alam menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan. Kita harus bergerak melampaui sektor hulu agar multiplier effect dari industri sawit maupun pertanian benar-benar dirasakan masyarakat Mukomuko,” ujar Singgih, Rabu (8/7/2026).

Hilirisasi Sawit Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Provinsi Bengkulu, Mukomuko dinilai memiliki peluang besar mengembangkan industri hilir berbasis sawit.

Pemkab mendorong hadirnya berbagai industri pengolahan mulai dari Crude Palm Oil (CPO), refinery, oleokimia, biodiesel, pakan ternak hingga pemanfaatan biomassa.

Menurut Singgih, selama ini sebagian besar hasil perkebunan sawit masih dipasarkan dalam bentuk Tandan Buah Segar (TBS), sehingga nilai tambah ekonomi justru dinikmati daerah lain yang memiliki industri pengolahan.

“Ke depan kita ingin nilai ekonomi sawit tidak berhenti di TBS. Produk turunannya harus diproduksi di Mukomuko sehingga manfaat ekonominya, lapangan kerja, dan perputaran uang tetap berada di daerah ini,” tegasnya.

BACA JUGA:  Aktivis Lebong Pertanyakan Dugaan Penyimpangan dana CSR Desa Ketenong II Tahun 2024

Hilirisasi Padi untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

Selain sektor perkebunan, Pemkab Mukomuko juga memprioritaskan hilirisasi di sektor pertanian, khususnya komoditas padi.

Rencana tersebut meliputi pembangunan Rice Milling Unit (RMU) modern, pengemasan beras premium dengan merek lokal Mukomuko, hingga pemanfaatan limbah pertanian seperti sekam dan dedak menjadi produk bernilai ekonomi.

Menurut Singgih, strategi tersebut diharapkan mampu memberikan harga jual yang lebih baik bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Mukomuko memiliki lahan sawah yang luas. Sudah saatnya hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk gabah, tetapi diolah menjadi produk berkualitas sehingga petani memperoleh nilai tambah dan harga yang lebih stabil,” katanya.

Masuk Prioritas RPJMD

Pemkab Mukomuko memastikan kebijakan hilirisasi telah menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yakni mewujudkan Kabupaten Mukomuko yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis pertanian serta perkebunan unggulan.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan memfokuskan pembangunan pada tiga aspek utama, yakni penyusunan regulasi yang ramah investasi, peningkatan infrastruktur pendukung seperti jalan produksi, jaringan listrik dan fasilitas logistik, serta mendorong masuknya investasi swasta untuk pembangunan industri pengolahan di Mukomuko.

“Integrasi hilirisasi sawit dan hilirisasi padi akan menjadi fondasi pembangunan ekonomi Mukomuko menuju Indonesia Emas 2045. Kita ingin masyarakat memperoleh manfaat yang lebih besar dari potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah ini,” pungkas Singgih.

Melalui strategi tersebut, Pemkab Mukomuko menargetkan terciptanya ribuan lapangan kerja baru, meningkatnya PAD, serta stabilitas harga komoditas pertanian dan perkebunan yang pada akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Reporter: Bambang
Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan