Suara PKL Masuk Gedung Parlemen, APKLI MP Dorong Aspirasi Pedagang Ditindaklanjuti

“APKLI Merah Putih Apresiasi Dasco, Aspirasi Pedagang Kecil Disebut Menjangkau Presiden Prabowo”

JAKARTA, WORD PERS INDONESIA – Persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai membutuhkan jalur komunikasi yang kuat agar suara mereka tidak berhenti di tingkat akar rumput. Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI MP), dr. Ali Mahsun ATMO, menyebut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi pelaku ekonomi rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto.

Penilaian tersebut disampaikan Ali dalam podcast Kontelasi di kanal YouTube JakartaInsideCom. Menurut dia, komunikasi antara wakil rakyat, pemerintah, dan kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan persoalan pelaku usaha kecil mendapat perhatian dalam proses pengambilan kebijakan.

Ali mengaku telah mengenal Dasco sejak Pemilihan Presiden 2014, ketika organisasi APKLI yang dipimpinnya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sejak saat itu, ia menilai Dasco memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi di antara berbagai kelompok politik dan pemangku kepentingan.

Menurut Ali, kemampuan menjalin komunikasi lintas partai juga penting untuk menjaga stabilitas politik. Kondisi politik yang kondusif dinilai berpengaruh terhadap kepastian usaha, distribusi barang, dan daya beli masyarakat.

“Stabilitas politik merupakan harga mati bagi roda dan pertumbuhan ekonomi rakyat, UMKM, dan PKL,” kata Ali, sebagaimana keterangannya yang ditulis pada Minggu (11/10/2026).

Di balik pentingnya komunikasi politik, Ali menyoroti tekanan ekonomi yang menurutnya dirasakan pelaku usaha kecil. Ketidakpastian global dan gangguan rantai pasok, kata dia, dapat memengaruhi harga bahan baku serta kebutuhan operasional pedagang.

Kenaikan harga bahan pokok, plastik, minyak, hingga gas berpotensi mempersempit margin keuntungan pedagang, terutama mereka yang memiliki modal terbatas dan sulit menaikkan harga jual secara langsung.

Ali mengklaim omzet sebagian pelaku UMKM dan pedagang kaki lima sempat merosot hingga 40 persen akibat tekanan tersebut. Ia mengaitkan kondisi itu dengan dampak ketegangan geopolitik dan perang Iran-Amerika Serikat yang disebutnya berlangsung sejak 28 Februari hingga Juni 2026.

Namun, angka penurunan omzet tersebut merupakan klaim Ali. Besaran dampak terhadap pelaku usaha kecil secara luas masih memerlukan data pendukung dan verifikasi independen.

Bagi pedagang kecil, tekanan biaya operasional bukan sekadar persoalan angka. Ketika harga bahan baku meningkat sementara daya beli konsumen melemah, keberlangsungan usaha dan pendapatan keluarga ikut dipertaruhkan.

BACA JUGA:  Direktur Eksekutif SPIN Soroti Closing Statement Prabowo di Debat Kelima Capres: "Seorang Negarawan Sejati"

Karena itu, Ali menilai aspirasi UMKM dan PKL perlu diterjemahkan menjadi perhatian kebijakan yang konkret, mulai dari kemudahan berusaha hingga penguatan akses pasar dan perlindungan terhadap keberlanjutan usaha.

Ali kembali menyampaikan apresiasi kepada Dasco dalam audiensi pada 2 September 2026. Apresiasi tersebut, menurut dia, disampaikan atas nama APKLI Merah Putih serta pelaku UMKM dan pedagang kaki lima.

Ali menilai peran menjembatani aspirasi masyarakat tidak semestinya terbatas pada pedagang kaki lima. Kelompok lain yang menggantungkan penghidupan pada ekonomi rakyat, seperti petani, nelayan, dan pengemudi ojek daring, juga membutuhkan saluran komunikasi yang efektif dengan pemerintah.

Sementara itu, dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco, pada 3 September 2026, Dasco menyampaikan bahwa dirinya bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerima audiensi APKLI di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sehari sebelumnya.

Dalam unggahan tersebut, Dasco menjelaskan bahwa pertemuan membahas persoalan dan perkembangan sektor perdagangan, khususnya keberadaan serta pemberdayaan PKL di berbagai daerah. Pembahasan juga mencakup pentingnya menciptakan ekosistem perdagangan yang kondusif.

“Pedagang kaki lima adalah wajah ekonomi rakyat yang terus bergerak, dan suara mereka layak didengar sampai ke ruang kebijakan,” kata Dasco dalam unggahan tersebut.

Pernyataan itu menegaskan pentingnya membuka ruang dialog antara pembuat kebijakan dan pelaku usaha di lapangan. Meski demikian, efektivitas penyaluran aspirasi pada akhirnya perlu dilihat dari tindak lanjut, kebijakan, dan manfaat nyata yang dirasakan para pedagang.

Apresiasi APKLI MP kepada Dasco memperlihatkan harapan pelaku usaha kecil agar komunikasi dengan pemerintah dan parlemen terus terbuka. Bagi kelompok masyarakat yang bergantung pada perdagangan harian, perhatian terhadap stabilitas ekonomi, biaya produksi, akses pasar, dan kepastian berusaha menjadi kebutuhan mendasar.

Namun, tantangan yang dihadapi UMKM dan PKL tidak cukup dijawab melalui pertemuan atau penyampaian aspirasi semata. Dibutuhkan langkah terukur agar persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Di sinilah ukuran penting sebuah jembatan komunikasi politik: bukan hanya seberapa dekat akses kepada pengambil keputusan, melainkan sejauh mana aspirasi masyarakat diterjemahkan menjadi solusi yang dapat dirasakan.

Bagi pedagang kecil, keberhasilan kebijakan pada akhirnya sederhana tetapi menentukan—usaha tetap berjalan, biaya semakin terkendali, konsumen tetap memiliki daya beli, dan penghasilan keluarga dapat dipertahankan.

Reporter: Popy
Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan