Bocor! Jaringan SPPG Bengkulu Diduga Dikuasai Segelintir Orang, Ada yang Sampai 70 Titik?

Bengkulu, Word Pers Indonesia — Dugaan penguasaan sejumlah titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh satu pihak mencuat dan menjadi perhatian publik. Seorang mantan anggota DPRD Kota Bengkulu berinisial WAT disebut-sebut mengendalikan sedikitnya 10 titik SPPG yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu.

Informasi yang beredar menyebutkan, titik-titik tersebut berada di beberapa daerah strategis, mulai dari Kota Bengkulu, Bengkulu Selatan, hingga Kepahiang.

Adapun lokasi yang dikaitkan antara lain kawasan Singaran Pati (Jembatan Kecil), Teluk Segara (Berkas), Selebar (Pagar Dewa), Ratu Samban (Padang Jati), hingga Muara Bangka Hulu (Pematang Gubernur). Sementara di Bengkulu Selatan tersebar di Kedurang, Manna, dan sekitarnya, serta satu titik di wilayah Taba Tebelet, Kepahiang.

Isu ini memperkuat sorotan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam aspek distribusi mitra SPPG. Sejumlah kalangan menilai, jika benar satu individu menguasai banyak titik layanan, maka hal tersebut berpotensi mencederai prinsip pemerataan program pemerintah.

“Kalau satu pihak memegang banyak titik, tentu ini berpotensi menimbulkan ketimpangan. Program ini seharusnya memberi kesempatan luas bagi pelaku lain,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut, informasi yang dihimpun menyebutkan salah satu titik SPPG di wilayah Singaran Pati, tepatnya Jembatan Kecil, telah dihentikan operasionalnya sejak 28 Maret 2026. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait alasan penghentian tersebut.

Di sisi lain, isu praktik percaloan atau “makelar” dalam penentuan mitra SPPG juga kembali mencuat. Dugaan ini memperkeruh situasi dan mendorong desakan agar aparat penegak hukum turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Terpisah, seorang pemuda yang enggan disebut namanya menyebut bahwa jumlah tersebut belum tergolong besar. Ia menyebut ada pihak lain yang diduga menguasai lebih banyak titik.

BACA JUGA:  Nasib Naas, Motor Vega Kesayangan Pemuda BS Dilarikan OTD

“Sepuluh itu belum seberapa, ada yang punya sampai 40, bahkan ada yang disebut sampai 70 titik,” ujarnya singkat sambil tersenyum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi baik dari pihak terkait maupun dari sosok berinisial WAT terkait kebenaran informasi tersebut. Publik pun kini menunggu transparansi dan langkah tegas guna memastikan program strategis seperti MBG berjalan sesuai prinsip keadilan dan akuntabilitas.

Editor: Redaksi

Posting Terkait

Jangan Lewatkan