Blitar, Word pers Indonesia – Penemuan bom aktif diduga peninggalan Perang Dunia II menggegerkan warga Kota Blitar, Jawa Timur. Benda peledak jenis aircraft bomb atau bom udara itu ditemukan di aliran Sungai Jalan Manggar oleh seorang pemancing, sebelum akhirnya dievakuasi dan dimusnahkan oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur.
Proses pemusnahan (disposal) berlangsung di kawasan bekas tambang pasir Kali Bladak, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Kekuatan ledakan yang ditimbulkan bahkan dilaporkan terasa hingga radius sekitar lima kilometer dari lokasi peledakan.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris T. Lalo, mengatakan proses evakuasi berlangsung dengan pengamanan ketat karena kondisi bom masih aktif meski telah tertimbun selama puluhan tahun.
“Puji Tuhan, tim berhasil mengangkat benda tersebut. Setelah diperiksa, dipastikan merupakan bom udara atau aircraft bomb yang masih aktif. Evakuasi dilakukan bersama Tim Jibom Brimob Polda Jatim dan personel Polres Blitar Kota,” ujar AKBP Kalfaris T. Lalo.
Bom Masih Aktif Meski Berkarat
Menurut Kalfaris, hasil identifikasi menunjukkan bom tersebut masih memiliki daya ledak. Bagian luar memang telah mengalami korosi akibat lama terendam di sungai, namun kondisi itu tidak mengurangi potensi bahayanya.
Bom diperkirakan memiliki panjang sekitar 1,5 meter, diameter 25–30 sentimeter, dengan berat mencapai 50 hingga 100 kilogram.
“Dari hasil pemeriksaan Tim Jibom, bom tersebut masih aktif. Posisinya saat ditemukan terjepit batu dan sudah berkarat karena diduga lama berada di dasar sungai,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara pasti asal-usul maupun tahun pembuatan bom tersebut.
“Kami belum bisa memastikan berasal dari periode mana. Dugaan sementara bisa berkaitan dengan konflik militer pada masa lampau, tetapi masih memerlukan kajian lebih lanjut,” tambahnya.
Disposal Dilakukan Sesuai SOP Jibom
Usai dievakuasi, bom langsung dibawa menuju lokasi aman di kawasan Kali Bladak untuk dimusnahkan. Area tersebut dipilih karena jauh dari permukiman penduduk dan dinilai memenuhi standar keamanan.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, mengatakan seluruh tahapan disposal dilaksanakan sesuai prosedur operasi standar (SOP) yang diterapkan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur.
“Sebelum disposal dilakukan, seluruh lokasi terlebih dahulu disterilkan untuk memastikan tidak ada masyarakat maupun pekerja tambang yang berada di sekitar area. Setelah dinyatakan aman, proses pemusnahan dilaksanakan dan berjalan lancar,” kata AKP Samsul Anwar.
Ia memastikan tidak ada korban maupun kerusakan akibat proses peledakan tersebut.
“Seluruh personel bertugas sesuai prosedur dan proses disposal berlangsung aman serta kondusif hingga selesai,” tambahnya.
Warga Sempat Mengira Gunung Kelud Meletus
Kekuatan ledakan disposal sempat mengejutkan warga yang tinggal cukup jauh dari lokasi. Salah seorang warga Kecamatan Nglegok, Eka, mengaku mendengar suara dentuman keras disertai getaran yang terasa hingga rumahnya.
“Suara ledakannya sangat keras. Rumah saya sekitar empat sampai lima kilometer dari lokasi. Banyak warga keluar rumah karena mengira Gunung Kelud meletus, ternyata sedang ada pemusnahan bom oleh polisi,” ujarnya.
Penemuan bom peninggalan perang ini menjadi pengingat bahwa sisa-sisa amunisi berbahaya masih mungkin ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak, melainkan segera melaporkannya kepada aparat keamanan agar dapat ditangani secara profesional.
Reporter: Agris
Editor: ANasril





























