Era Baru Energi Hijau! Mukomuko Bidik Kemandirian Lewat Biosolar dan Panel Surya

Tak Lagi Bergantung Fosil, Mukomuko Tancap Gas Hilirisasi Energi: Biosolar Sawit dan Tenaga Surya Jadi Andalan

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai memainkan langkah serius dalam peta besar transformasi energi daerah. Tak sekadar retorika, arah kebijakan kini dipertegas: hilirisasi kelapa sawit menjadi biosolar dan percepatan pemanfaatan energi surya sebagai fondasi kemandirian energi.

Di tengah ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil, Pemkab Mukomuko memilih jalur berani—mengolah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru sekaligus solusi energi berkelanjutan.

Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit di Provinsi Bengkulu, Mukomuko dinilai memiliki modal besar yang selama ini belum dimaksimalkan di sektor hilir. Melalui pengembangan biosolar berbasis sawit, pemerintah daerah ingin memangkas rantai distribusi energi sekaligus membuka ruang nilai tambah bagi petani.

Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos., M.H, menegaskan bahwa hilirisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya tahan energi daerah.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada energi fosil. Hilirisasi ini langkah strategis agar daerah memiliki kemandirian energi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal,” tegas Singgih, Selasa (31/3).

Menurutnya, pengembangan biosolar tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi menekan biaya operasional transportasi dan industri lokal. Efek lanjutannya, kesejahteraan petani sawit pun ikut terdongkrak melalui kepastian serapan hasil produksi.

“Dengan biosolar, kita bicara efek berantai. Dari petani, industri, hingga masyarakat pengguna energi—semuanya akan merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Pemkab Mukomuko juga mengakselerasi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui tenaga surya. Letak geografis yang mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahun menjadi peluang besar yang dinilai belum tergarap optimal.

BACA JUGA:  Investigasi Dana Desa Talang Buai: Dugaan Korupsi dan Mark-Up dalam Proyek Pembangunan

Pembangunan sistem tenaga surya direncanakan menyasar fasilitas publik hingga wilayah yang masih terbatas akses listriknya. Langkah ini tidak hanya menjawab kebutuhan energi, tetapi juga sejalan dengan agenda global pengurangan emisi karbon.

“Energi surya adalah investasi jangka panjang yang rasional. Selain ramah lingkungan, juga mampu menjangkau daerah-daerah yang belum sepenuhnya terlayani listrik konvensional,” jelas Singgih.

Tak berhenti di situ, Pemkab Mukomuko juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor dan kalangan akademisi untuk terlibat dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur energi tersebut. Kolaborasi dinilai menjadi kunci percepatan menuju daerah mandiri energi.

Dengan kombinasi antara kebijakan progresif dan potensi sumber daya alam yang melimpah, Mukomuko kini bersiap keluar dari bayang-bayang ketergantungan energi lama. Daerah ini menatap era baru—industri hijau yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan.

Reporter: Bambang.s
Editor: Agus

Posting Terkait

banner 2000x647

Jangan Lewatkan