Bengkulu, Word Pers Indonesia – Warga Perumahan Kemiling Asri Pratama, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (4/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Hafas Tjandra (71), warga setempat yang selama beberapa hari terakhir tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun kerabatnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terungkap sekitar pukul 19.30 WIB setelah seorang saksi bernama Agus Prayetno mendapat permintaan dari istri korban untuk mengecek kondisi Hafas yang sejak Selasa (2/6/2026) sulit dihubungi.
Saat tiba di rumah korban, saksi menemukan Hafas sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah ditemukan dalam posisi terlentang di dalam rumah dan diduga telah meninggal lebih dari tiga hari karena kondisi tubuh yang sudah mengalami pembusukan.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Selebar langsung bergerak ke lokasi. Petugas dari SPKT, Unit Intelkam, dan Unit Reskrim segera melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polresta Bengkulu untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh.
Kapolresta Bengkulu melalui jajaran Polsek Selebar menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional guna memastikan situasi tetap aman serta memberikan kepastian terhadap setiap peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kami langsung melakukan langkah-langkah kepolisian begitu menerima laporan warga. Pengamanan TKP, pemeriksaan saksi, hingga koordinasi dengan tim identifikasi dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujar pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi awal dari keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan gangguan asam lambung. Namun demikian, aparat kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan medis keluar.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu menggunakan ambulans guna dilakukan visum luar. Proses tersebut juga dilakukan sambil menunggu kedatangan anggota keluarga korban yang berada di Pulau Jawa.
Pihak kepolisian menegaskan hingga saat ini penyebab kematian Hafas Tjandra masih dalam proses pendalaman. Hasil visum dari tim medis akan menjadi dasar penting dalam menentukan penyebab pasti meninggalnya korban.
Polsek Selebar juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya warga yang tinggal sendiri dan sulit dihubungi dalam waktu lama, sehingga langkah cepat dapat dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi penemuan jenazah telah kembali kondusif dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Reporter: Sudarwan
Editor: ANasril























