Mukomuko, Word Pers Indonesia – Pemerintah Kabupaten Mukomuko didorong segera melengkapi kuota penerima program bedah rumah yang telah ditetapkan sebanyak 200 unit. Hingga saat ini, hasil verifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Mukomuko baru menemukan 191 unit rumah yang dinyatakan memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Mukomuko, Suryanto, MSi, menjelaskan bahwa sebelumnya tim telah melakukan proses verifikasi calon penerima bantuan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota Mukomuko, Teras Terunjam, dan Air Manjunto.
Proses verifikasi tersebut dilakukan secara langsung di lapangan untuk memastikan rumah yang diusulkan benar-benar masuk kategori rumah tidak layak huni (RTLH) serta memenuhi syarat administrasi program.
“Dari hasil verifikasi yang telah dilakukan di tiga kecamatan tersebut, total ada 191 unit rumah yang dinilai layak menerima program bedah rumah,” ujar Suryanto.
Namun demikian, dalam rapat koordinasi tingkat provinsi di Bengkulu yang dihadiri para Sekretaris Daerah se-Provinsi Bengkulu, ditegaskan bahwa kuota bantuan untuk Kabupaten Mukomuko tetap 200 unit rumah.
Artinya, masih terdapat kekurangan sembilan unit yang harus segera dipenuhi agar alokasi bantuan tidak berkurang.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi itu, kami diminta untuk segera melengkapi kekurangan sembilan unit. Kuota tidak boleh kurang dari 200 unit,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Perkim Mukomuko berencana kembali melakukan pendataan tambahan di sejumlah wilayah yang belum sempat diverifikasi pada tahap awal.
Langkah ini dilakukan untuk menemukan rumah warga yang benar-benar berada dalam kondisi tidak layak huni dan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan pemerintah.
Suryanto memastikan proses pendataan tambahan tersebut akan dilakukan secara objektif berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Kami tidak ingin program ini salah sasaran. Karena bantuan bedah rumah ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tempat tinggalnya memang sudah tidak layak huni,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa sebenarnya data awal calon penerima tambahan sudah ada, namun tim tetap harus melakukan survei lapangan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan tersebut.
“Untuk kekurangan sembilan kepala keluarga itu sebenarnya sudah ada datanya, tetapi kami bersama tim tetap harus turun langsung melakukan survei lokasi. Saat ini kami juga masih menunggu arahan dari Pak Sekda yang sedang dinas luar,” katanya.
Lebih lanjut, Suryanto menegaskan bahwa program bedah rumah ini akan terus diupayakan berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan hunian layak.
“Setelah program bedah rumah tahap pertama ini selesai dilaksanakan, kami akan segera mengusulkan kembali untuk gelombang kedua. Harapannya, masyarakat Mukomuko yang benar-benar rumahnya tidak layak huni dapat memperoleh manfaat program ini dan memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” pungkasnya.
Program bedah rumah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Mukomuko.(Adv)
Repoter; Bambang
Editor: ANAsril
