Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat pelaksanaan program orang tua asuh bagi anak yatim dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan komunikasi serta pendampingan secara langsung kepada anak asuh. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memberikan perhatian dan dukungan berkelanjutan bagi anak yatim.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan program orang tua asuh merupakan bagian dari prioritas pemerintah daerah yang bertujuan memastikan anak yatim tetap mendapatkan perhatian, baik secara moral maupun sosial.
Menurutnya, ASN yang ditunjuk sebagai orang tua asuh tidak hanya diharapkan memberikan bantuan dalam bentuk materi, tetapi juga menjalin hubungan yang lebih dekat dengan anak asuh melalui komunikasi yang berkelanjutan.
Herwan menjelaskan interaksi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti komunikasi rutin, pertemuan langsung hingga kunjungan ke rumah anak asuh. Dengan pendekatan tersebut diharapkan hubungan antara orang tua asuh dan anak asuh dapat terjalin lebih erat.
Ia menilai kehadiran orang tua asuh memiliki peran penting dalam memberikan perhatian serta motivasi kepada anak yatim. Melalui komunikasi yang intens, anak asuh diharapkan merasa diperhatikan dan memperoleh dukungan moral dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Selain itu, program orang tua asuh juga diarahkan untuk mendorong anak yatim agar tetap bersemangat dalam menempuh pendidikan. Orang tua asuh diharapkan mampu memotivasi anak asuh untuk terus bersekolah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta memiliki cita-cita yang jelas untuk masa depan.
Di sisi lain, pendampingan yang dilakukan juga dinilai penting dalam pembentukan karakter anak. Kehadiran figur orang tua asuh diharapkan dapat memberikan teladan, nasihat, serta nilai-nilai positif yang mendukung perkembangan mental dan sosial anak.
Herwan menegaskan Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para anak yatim.
Pemerintah daerah juga terus mendorong agar hubungan antara orang tua asuh dan anak asuh tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan dari para ASN yang telah ditetapkan sebagai orang tua asuh.































