Tulungagung, Word Pers Indonesia – Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan kinerja positif.
Hingga 31 Juli 2026, realisasi penerimaan dari dua sektor tersebut telah mencapai Rp118,4 miliar. Angka itu menandakan capaian penerimaan sudah melampaui separuh target yang ditetapkan untuk tahun ini.
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung, Tranggono, mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan tergolong cukup baik.
Meski demikian, pihaknya menilai masih ada ruang untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki Bapenda, masih terdapat kendaraan yang belum memenuhi kewajiban pembayaran PKB.
“Kami rasa sudah bagus, namun tetap perlu ditingkatkan karena data kami menunjukkan masih ada kendaraan yang belum membayar pajak,” kata Tranggono, Jumat (14/8/2026).
Menurut Tranggono, kendaraan yang tercatat belum membayar pajak belum tentu seluruhnya masih aktif digunakan. Sebagian di antaranya diduga sudah tidak beroperasi atau bahkan tidak lagi dimiliki oleh pemilik sebelumnya.
Untuk memastikan kondisi tersebut, Bapenda Tulungagung menggandeng UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Bapenda Jawa Timur di Tulungagung untuk melakukan pemantauan terhadap kendaraan yang masih menunggak pajak.
Target Pajak Kendaraan Tulungagung Rp137 Miliar
Pada 2026, target penerimaan PKB dan BBNKB Kabupaten Tulungagung ditetapkan mencapai Rp137 miliar.
Karena itu, pemilik kendaraan yang belum menunaikan kewajiban pajaknya akan terus diberikan pengingat agar pembayaran dapat segera dilakukan.
“Kami sudah bekerja sama dengan UPT PPD Bapenda Jawa Timur di Tulungagung untuk memantau apakah kendaraan itu masih dipakai atau tidak. Kalau belum bayar pajak, kami ingatkan agar membayar,” jelas Tranggono.
Sementara itu, Kepala UPT PPD Bapenda Jawa Timur di Tulungagung, Gemilang Yudha, mengatakan capaian penerimaan pajak kendaraan di Tulungagung tergolong konsisten tinggi.
Dari total 35 UPT PPD yang tersebar di Jawa Timur, Tulungagung bahkan kerap berada di posisi teratas dalam realisasi penerimaan PKB setiap tahunnya.
“Kalau tidak peringkat pertama, Tulungagung biasanya berada di peringkat kedua untuk penerimaan PKB,” ujar Gemilang.
Berdasarkan data hingga 31 Juli 2026, penerimaan PKB Tulungagung telah mencapai 57,59 persen, dengan nilai sekitar Rp88,2 miliar.
Sementara penerimaan BBNKB mencapai 59,11 persen, atau sekitar Rp30,2 miliar.
Jika digabungkan, realisasi penerimaan PKB dan BBNKB tersebut telah mencapai sekitar Rp118,4 miliar.
“Tingkat pembayaran di Tulungagung khususnya lumayan baik. Apalagi capaian penerimaan PKB dan BBNKB kita sudah lebih dari 50 persen. Kalau ditotal semua sekitar Rp118,4 miliar,” kata Gemilang.
Capaian tersebut diharapkan terus meningkat hingga akhir 2026, sekaligus mendukung pencapaian target penerimaan daerah dari sektor kendaraan bermotor.
Reporter: Agris
Editor: Anasril



























