TULUNGAGUNG, WORDPERS.ID — Misteri identitas jenazah tanpa identitas atau Mr X yang ditemukan di kawasan hutan Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, masih belum terungkap.
Setelah melalui proses pemeriksaan dan identifikasi, jenazah tersebut akhirnya dimakamkan pada Rabu (19/8/2026). Pemakaman dilakukan setelah petugas menghadapi kendala dalam memastikan identitas korban.
Jenazah pertama kali ditemukan warga pada Sabtu (15/8/2026). Saat itu, seorang warga yang tengah mencari pakan ternak menemukan sosok tubuh manusia di kawasan hutan petak 21 D Desa Sukorejo Wetan.
Kondisi jenazah ketika ditemukan sudah mengalami pembusukan. Keadaan tersebut membuat proses identifikasi menjadi lebih sulit dilakukan.
Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto mengatakan, petugas telah melakukan sejumlah tahapan pemeriksaan, termasuk proses autopsi dan identifikasi oleh tim terkait.
Namun, kondisi fisik jenazah yang sudah mengalami pembusukan menjadi salah satu kendala utama dalam mengungkap identitasnya.
“Kondisi jari yang sudah mengering dan mengalami pembusukan menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi jenazah,” ujar Kasianto.
Setelah seluruh proses pemeriksaan dilakukan, identitas korban belum juga berhasil dipastikan. Petugas dari Polsek Rejotangan bersama Inafis Polres Tulungagung, Dinas Sosial serta masyarakat kemudian mengambil langkah untuk memakamkan jenazah tersebut.
Pemakaman dilakukan di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu (19/8/2026).
“Jenazah Mr. X dimakamkan di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung dengan melibatkan berbagai unsur terkait,” terang Kasianto.
Kasianto menegaskan, proses penanganan jenazah sejak ditemukan hingga pemakaman telah dilakukan sesuai prosedur. Petugas terlebih dahulu melakukan evakuasi, pemeriksaan dan upaya identifikasi sebelum akhirnya jenazah dimakamkan.
Meski jenazah telah dimakamkan, proses penyelidikan belum berhenti. Polisi masih berupaya mencari informasi yang dapat mengarah pada identitas korban.
Kasianto mengatakan, pemakaman dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan lantaran hingga kini belum ada kepastian mengenai siapa korban tersebut.
“Karena identitas korban belum dapat dipastikan, proses pemakaman dilaksanakan dengan tetap menjunjung aspek kemanusiaan. Kami terus berupaya mengungkap identitas korban,” pungkasnya.
Polisi juga masih membuka kemungkinan adanya informasi dari masyarakat yang dapat membantu mengungkap identitas Mr X, termasuk apabila terdapat warga yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat dalam beberapa waktu terakhir.
Reporter: Agris
Editor: ANasril



























