SPPG Pakisrejo Disorot
Tulungagung, Word Pers Indonesia – Jumlah korban dugaan keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, terus bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mencatat 103 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Kami masih bisa mendapatkan sampel makanan yang didistribusikan hari Senin, berupa nasi, daging olahan, oseng buncis tempe, dan selada air,” ujar Aris.
Menurutnya, seluruh sampel makanan telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil uji diperkirakan baru keluar dalam waktu sekitar dua pekan.
“Prosesnya sekitar dua minggu,” jelasnya.
Selain melakukan pemeriksaan sampel makanan, tim Dinkes juga mendata seluruh penerima manfaat program MBG. Hasilnya, jumlah korban meningkat dari 66 menjadi 103 orang, terdiri atas pelajar, guru, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok penerima manfaat lainnya.
“Dari semula 66 orang menjadi 103 orang. Itu dari pelajar, guru, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ungkap Aris.
Dalam investigasi lapangan, Dinkes juga menemukan bahwa SPPG Pakisrejo belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum melengkapi standar operasional prosedur (SOP) dapur.
Selain itu, petugas menemukan stok minuman air kelapa dan obat diare di lokasi. Menurut Aris, penanganan dugaan keracunan seharusnya dilakukan oleh fasilitas layanan kesehatan dan setiap kejadian wajib segera dilaporkan kepada Dinas Kesehatan serta Satgas MBG agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Reporter: Agris
Editor: ANasril



























