Tak Masuk Akal! Dua Istri Akur Tinggal Satu Rumah, Andhika: ‘Godaan Banyak, Saya Pilih Jalan Halal!’

Istri Muda Jago Marketing, Usaha Andhika Malah Meledak!

Mukomuko, Word Pers Indonesia – Fenomena poligami kembali menyita perhatian publik, kali ini datang dari Desa Sidodadi, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko. Seorang pria bernama Andhika, pengusaha konstruksi besi–aluminium sekaligus konten kreator, viral setelah berhasil menjalani kehidupan dua istri satu atap dalam keadaan rukun dan harmonis. Cerita ini sontak menghebohkan warga dan menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan ibu-ibu.

Poligami kerap dianggap rawan konflik. Namun Andhika justru membalik stigma tersebut. Ia mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat rumah tangganya tetap stabil, mulai dari keikhlasan, keadilan suami, komunikasi terbuka, hingga saling menghormati antar kedua istrinya.

Awal Mula: Godaan yang Menguji dan Keputusan Berdasarkan Izin Istri Pertama

Saat ditemui di kediamannya bersama istri muda, Diah, Andhika menceritakan bagaimana keputusan poligami itu bermula.

“Awalnya saya tidak pernah terpikir sedikit pun untuk berpoligami. Tapi lama-lama godaan dari kaum hawa banyak sekali. Saya takut kalau melanggar aturan agama dan berbuat salah,” ujar Andhika.

Ia kemudian berdiskusi panjang dengan istri pertamanya, Nur Hasanah. Keputusan itu baru diambil setelah istri pertama mengizinkan dan meridhai langkah tersebut.

“Setelah perenungan panjang, saya bicara dengan istri tua. Kalau dia tidak ridha, saya tidak akan berani. Tapi alhamdulillah, dia ikhlas,” tambahnya.

Perkenalan Singkat, Takdir Mempertemukan

Andhika juga membeberkan bahwa perkenalannya dengan istri kedua berlangsung singkat. Diah, sang istri kedua, sebelumnya juga merupakan seorang janda.

“Sudah jodohnya, mas. Istri tua dan istri muda saya ini malah sehati. Sama-sama punya niat baik, makanya bisa tinggal satu atap dan rukun,” jelasnya.

Rezeki Justru Melejit Setelah Poligami

BACA JUGA:  Material Asal-asalan dan Solar Subsidi, Proyek Jalan Puluhan Miliar di Mukomuko Disorot Tajam

Yang mengejutkan, menurut Andhika, kehidupan ekonominya justru meningkat pasca poligami. Usahanya tumbuh signifikan, dan ia kini mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

“Aneh mas, setelah poligami justru rezeki makin lancar. Istri muda jago marketing, pesanan meningkat. Istri tua baru melahirkan anak kami, semua lancar. Saya sampai bisa rekrut karyawan baru,” tuturnya sambil tertawa.

Pembagian Nafkah Batin: “Tiga Malam–Tiga Malam, Satu Hari Istirahat”

Ketika ditanya tentang pembagian waktu antara dua istri, Andhika menjawab tanpa ragu.

“Urusan nafkah batin nggak pernah jadi masalah. Kami sepakat tiga malam untuk istri tua, tiga malam istri muda. Satu hari khusus untuk pemulihan stamina,” ucapnya sambil tersenyum malu.

Andhika Klaim: Banyak Pelaku Poligami, Tapi Takut Terbuka

Dalam akhir perbincangan, Andhika menyampaikan pesan yang cukup menohok.

“Saya ini bukan sombong, tapi coba lihat saja di Bengkulu. Banyak yang poligami, mulai pejabat, pengusaha, sampai rakyat jelata. Tapi pada sembunyi-sembunyi dan tidak rukun. Itu karena mereka belum punya ‘jurus pamungkas’,” katanya sambil tertawa lepas.

Cerita Andhika menjadi bukti bahwa poligami, meski sarat risiko, bisa berjalan damai jika dibangun atas dasar ridha, keadilan, dan komunikasi.

Reporter: Bambang.S
Editor: Agus.A

Posting Terkait

banner 2000x647

Jangan Lewatkan