Bersiaplah, Mukomuko Menyambut Sejarah Baru

Rafflesia hampir mekar Foto/Dok KPPL Mukomuko
Rafflesia hampir mekar Foto/Dok KPPL Mukomuko

Oleh Bagus SLE

Beruntunglah Mukomuko, khususnya kecamatan Pondok Suguh memiliki masyarakat yang mulai mengerti dengan Rafflesia, habitat dan sifat bunga langka tersebut sehingga terhindar dari pengrusakan.

Beberapa hari ke depan bunga kebanggan provinsi Bengkulu ini akan mekar dalam habitatnya di hutan masyarakat dalam wilayah yang berdekatan dengan salah satu perkebunan sawit.

Tidak hanya satu, tapi diperkirakan ada 3 bonggol yang siap mekar bersamaan dalam beberapa hari ke depan, 4 bonggol kemungkinan akan mekar paling lama dalam 2 bulan yang akan datang.

Masih dalam lokasi yang sama, terdapat juga bakalan yang masih kecil sekitar 5 buah. Dan kemungkinan mekar sekitar 6 bulan lagi.

‘Taman’ bunga Rafflesia ini pertamakali ditemukan oleh masyarakat yaitu bapak Sainuti, bapak Joki dan bapak Aprianto, kemudian melaporkan temuan mereka ini kepada Tim KPPL (Komunitas Peduli Puspa Langka) Mukomuko.

Rafflesia Yang Hampir Mekar Foto Dok KPPL
Rafflesia Yang Hampir Mekar Foto Dok KPPL

Dipandu oleh bapak Agus Rianto, Tim KPPL Mukomuko yang diwakili oleh Riski Mandala Putra, Rini, M. Fadhil dan juga Yudha mengecek ke lokasi yang di tempuh kurang lebih 1 jam melewati jalan tanah becek milik perkebunan sawit, dilanjutkan berjalan kaki sekitar 20 menit hingga ke lokasi.

Sayangnya rombongan KPPL lupa membawa alat ukur, jadi tidak tahu diameter dari masing-masing calon bunga Rafflesia dan belum jelas jenis apa dari 5 jenis Rafflesia yang telah terindifikasi tumbuh di provinsi Bengkulu.

Di lapangan anggota KPPL Mukomuko melakukan pemagaran untuk melindungi bakalan bunga dari resiko terinjak oleh manusia ataupun binatang yang lewat.

Sejarah baru bagi kabupaten yang berbatasan dengan Sumbar jika habitat ini selamat dari perambahan ataupun perluasan wilayah perkebunan.

Kecamatan Pondok Suguh akan menyuguhkan sebuah taman alami yang isinya bunga Rafflesia, setelah bukit kecil dekat persawahan dalam wilayah kecamatan Malin Demang harus kehilangan bonggol-bonggol bunga Rafflesia demi pembangunan sebuah jalan desa untuk memudahkan aktifitas masyarakatnya yang merupakan petani di sekitar bukit tersebut.

KPPL Mukomuko dan masyarakat penemu habitat Rafflesia Foto/Dok KPPL Mukomuko
KPPL Mukomuko dan masyarakat penemu habitat Rafflesia Foto/Dok KPPL Mukomuko

Sumber : Riski Mandala Putra (KPPL Mukomuko)

Next Post

Motor Promkes di Puskesmas Kayu Kunyit tidak Bisa Digunakan

Jum Mar 26 , 2021
Bengkulu Selatan, Word Pers Indonesia – Kamis 25/3/2021. beberapa bulan yang lalu Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan melakukan pembagian 14 motor Promkes ke seluruh Puskesmas Se-Bengkulu Selatan, namun sangat disayangkan dari ke 14 puskesmas satu Puskesmas yaitu puskesmas Kayu kunyit menolak pembagian motor tersebut. Ketika dikonfirmasi beberapa hari yang lalu kepala […]
Tampak kendaraan promkes puskesmas kayu kunyit yang tak bisa digunakan