Mukomuko, Word pers Indonesia – Dalam usaha untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya program nasional Bangga Kencana, Bupati Mukomuko, Sapuan, mengambil langkah untuk mendorong penggunaan bahasa informal sebagai strategi utama.
Dalam sebuah pertemuan dengan Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, M. Iqbal Apriansyah, di Rumah Dinas Bupati Mukomuko, Sapuan mengungkapkan pentingnya pendekatan yang dapat dipahami oleh beragam lapisan masyarakat.
“Sosialisasi harus dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh semua kalangan,” ujarnya.
Sapuan menekankan bahwa penggunaan bahasa informal harus ditingkatkan dalam penyampaian program Bangga Kencana, baik oleh pemerintah, PKK, maupun tenaga penyuluh lapangan KB. Dia menegaskan bahwa program keluarga berencana tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga dengan kesehatan masyarakat.
“Program KB bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga tentang kesehatan masyarakat. Jumlah anak boleh lebih dari dua, tapi harus direncanakan, sehat, dan berkualitas,” katanya.
Sapuan juga menyoroti bahwa penggunaan bahasa lokal tidak akan menghambat kesuksesan program KB. “Generasi muda saat ini tidak tertarik lagi memiliki banyak anak. Mereka lebih memikirkan bagaimana membangun keluarga yang sehat dan berkualitas untuk masa depan,” tambahnya.
Bupati Mukomuko juga menegaskan pentingnya edukasi dalam mengatasi masalah pernikahan usia dini dan penurunan angka stunting. “Perubahan perilaku adalah kunci utama untuk keberhasilan dalam meningkatkan kualitas penduduk,” katanya. (*)