Dari Kerupuk Ikan, UMKM Bengkulu Biayai Pendidikan Anak

Bengkulu – Berawal dari camilan sederhana untuk bekal anak yang menempuh pendidikan di pesantren, usaha rumahan seorang ibu di Bengkulu kini tumbuh menjadi sumber penghidupan yang mampu membiayai pendidikan dua anaknya hingga ke luar negeri. Usaha tersebut adalah Ommey, UMKM kerupuk kulit ikan tenggiri binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Ommey dirintis pada 2017 oleh Rili Hartawaty, ibu rumah tangga di Muara Bangkahulu, Bengkulu. Dari dapur sederhana, ia mengolah kulit ikan tenggiri yang kerap dianggap limbah menjadi kerupuk bernilai ekonomi. Nama Ommey diambil dari panggilan anaknya kepada sang ibu, “Ummi”.

Perkembangan Ommey semakin pesat setelah mendapat pendampingan berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Dukungan yang diberikan meliputi pembinaan kemasan, foto produk, legalitas usaha, hingga bantuan peralatan produksi.

“Saya pernah menyampaikan kendala penyimpanan bahan baku. Tidak lama kemudian, kami dibantu freezer besar yang sampai sekarang masih sangat membantu proses produksi,” ujar Rili.

Selain itu, Ommey juga mengikuti UMK Academy Pertamina, program pembinaan berjenjang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. Pada 2023, Ommey meraih Runner Up UMK Academy dan memanfaatkan hadiah untuk membeli peralatan produksi. Sejumlah prestasi lain juga diraih, di antaranya masuk 30 besar Bangga Buatan Indonesia Bengkulu, Finalis 100 Besar UMK Academy 2024, serta berpartisipasi dalam SMEXPO Pertamina.

Saat ini, Ommey mencatat omzet Rp38–60 juta per bulan dan mempekerjakan enam orang, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu janda di sekitar rumah produksi serta pemuda setempat. Perkembangan usaha ini turut meningkatkan pendapatan para pekerja.

Keberhasilan terbesar bagi Rili bukan hanya pada pertumbuhan omzet, melainkan kemampuannya membiayai pendidikan anak-anaknya. Anak pertama menempuh pendidikan di Turki dengan biaya mandiri dan kini telah bekerja, sementara anak kedua sedang menempuh kuliah di Libya dengan beasiswa, dengan kebutuhan harian tetap ditopang dari hasil usaha Ommey.

“Bagi saya, inilah makna sukses yang sesungguhnya, ketika usaha kecil bisa mengantarkan anak menggapai pendidikan tinggi,” tutur Rili, mengutip wartabisnis.id.

Selain berorientasi pada ekonomi, Ommey juga peduli terhadap lingkungan. Setiap bulan, sekitar 60 liter minyak jelantah hasil produksi dikelola bekerja sama dengan Bang Jelantah Bengkulu, sementara sekitar 10 kilogram cangkang telur dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyatakan kisah Ommey mencerminkan dampak nyata pendampingan UMKM yang berkelanjutan.

“Ommey membuktikan bahwa pendampingan yang konsisten, dikombinasikan dengan kegigihan pelaku usaha, mampu mengembangkan usaha rumahan menjadi sumber penghidupan berkelanjutan, memberdayakan masyarakat sekitar, sekaligus mendukung pendidikan hingga ke luar negeri,” ujar Rusminto.

Sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Ommey turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan