Di Forum Nasional, Bupati Mukomuko Desak Keadilan Anggaran dan Pembangunan

Mukomuko, Word Pers Indonesia — Bupati Mukomuko, Choirul Huda, tampil vokal dalam forum strategis nasional saat Rapat Koordinasi bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, dengan menyuarakan langsung ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa.

Dalam forum yang dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah dan Bapperida se-Provinsi Bengkulu, Choirul Huda mendapat kesempatan awal untuk menyampaikan aspirasi daerah sebuah posisi yang menegaskan peran strategis Mukomuko dalam percaturan pembangunan regional.

Dengan nada tegas namun terukur, Choirul Huda menyoroti pola distribusi anggaran nasional yang dinilai belum sepenuhnya adil. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis jumlah penduduk tidak cukup mencerminkan kebutuhan riil daerah, terutama wilayah dengan cakupan geografis luas seperti Mukomuko.

“Kami berharap ada keadilan dalam pembangunan. Daerah luar Jawa, khususnya di Sumatera, memiliki tantangan besar dari sisi luas wilayah dan infrastruktur. Ini perlu menjadi pertimbangan dalam kebijakan anggaran nasional,” tegas Choirul Huda di hadapan forum.

Ia menambahkan, ketimpangan tersebut berpotensi memperlambat pertumbuhan daerah jika tidak segera direspons dengan kebijakan yang lebih proporsional dan berimbang.

Sejalan dengan itu, Wakil Gubernur Bengkulu turut memperkuat dorongan agar pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur, terutama konektivitas jalan antarwilayah yang dinilai masih menjadi hambatan utama.

“Percepatan pembangunan infrastruktur di Bengkulu harus menjadi prioritas nasional agar konektivitas daerah bisa meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai Bengkulu memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Ia menyebut sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga hilirisasi sumber daya sebagai kekuatan utama yang harus dikembangkan.

“Bengkulu memiliki peluang besar, termasuk dalam pengembangan ekonomi rendah karbon dan bioenergi. Ini harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Rachmat.

Ia juga menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tetap menjadi agenda prioritas nasional, yang membuka ruang bagi daerah untuk mendapatkan dukungan program pembangunan yang lebih terarah.

Kehadiran Choirul Huda yang tampil lugas dan berani di forum nasional ini memperlihatkan karakter kepemimpinan yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan daerah. Mukomuko tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi aktif memperjuangkan keadilan pembangunan di tingkat pusat.

“Kami tidak ingin hanya menunggu. Mukomuko harus hadir dan bersuara untuk memastikan pembangunan yang adil bagi masyarakat,” pungkas Choirul Huda.(**)

Editor: ANasril

Posting Terkait

Jangan Lewatkan